Banyuwangi, MediaKampung.com – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi menggelar rapat koordinasi Pengembangan Destinasi Pariwisata sebagai persiapan revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen tahun 2026. Kegiatan ini difasilitasi oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Provinsi Jawa Timur.
Rapat koordinasi difokuskan pada penguatan kesiapan unsur pendukung kawasan geopark. Standar pengelolaan berkelanjutan menjadi perhatian utama, mencakup aspek geologi, budaya, dan keanekaragaman hayati.
Program persiapan dilaksanakan melalui pembekalan teknis bagi pelaku pariwisata dan masyarakat di wilayah deliniasi Ijen Geopark. Wilayah tersebut meliputi Kabupaten Banyuwangi dan Kabupaten Bondowoso.
Kepala Bidang Destinasi Wisata Disbudpar Provinsi Jawa Timur, Radix Mulya Mahardika, menegaskan pentingnya kolaborasi lintas sektor. “Tujuan pertemuan ini untuk memperkuat kerja sama pemerintah provinsi, kabupaten, serta pelaku wisata dan budaya di kawasan Ijen UGGp agar pengelolaan tetap berkelanjutan,” ujarnya, Senin (9/2/2026).
Plt Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Hartono, menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah provinsi. Ia menilai forum ini sebagai ruang diskusi untuk menyempurnakan program yang telah berjalan.
“Melalui rapat ini, kami mengharapkan masukan dari seluruh elemen masyarakat agar program pengelolaan destinasi semakin optimal,” kata Hartono.
Secara faktual, rangkaian kegiatan berlangsung selama tiga hari, 9–11 Februari 2026. Agenda meliputi Focus Group Discussion tentang peran pemerintah daerah dan masyarakat, kunjungan lapangan, serta diskusi teknis di sejumlah situs Ijen Geopark.
Kegiatan FGD dilaksanakan di Rumah Digital Desa Wisata Gombengsari. Peserta juga melakukan kunjungan ke kawasan Teluk Pang-pang dan Desa Wisata Wringin Putih sebagai bagian dari evaluasi lapangan.
Kawasan Ijen ditetapkan sebagai Geopark Nasional pada 2018 dan memperoleh status UNESCO Global Geopark pada Mei 2023. Revalidasi 2026 menjadi evaluasi pertama untuk menilai konsistensi pengelolaan kawasan.
Revalidasi ini dinilai penting bagi keberlanjutan pariwisata dan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan geopark. mediakampung.com akan terus mengikuti perkembangan persiapan dan pelaksanaan revalidasi UNESCO Global Geopark Ijen 2026.













Tinggalkan Balasan