Hampir setiap tahun, nama Banyuwangi selalu muncul dalam daftar Karisma Event Nusantara (KEN). Bukan satu, melainkan beberapa event unggulan rutin menembus kurasi nasional. Konsistensi ini bukan kebetulan, melainkan hasil dari strategi panjang yang dijalankan secara disiplin dan berkelanjutan.

Lalu, apa yang membuat Banyuwangi berbeda dibanding daerah lain?


Festival Bukan Acara Tahunan, Tapi Ekosistem

Banyuwangi tidak memposisikan festival sebagai agenda seremonial tahunan. Festival diperlakukan sebagai ekosistem pariwisata dan budaya yang hidup sepanjang tahun.

Setiap event:

  • Terhubung dengan UMKM lokal
  • Menggerakkan seniman dan komunitas desa
  • Menjadi ruang promosi destinasi wisata sekitar

Pendekatan ini membuat festival Banyuwangi memiliki dampak nyata, bukan sekadar ramai sesaat.


Konsistensi Tema dan Identitas Budaya

Event unggulan seperti Banyuwangi Ethno Carnival dan Gandrung Sewu tidak pernah kehilangan identitas. Setiap tahun boleh berganti tema, tetapi akar budayanya tetap sama.

Ciri khas ini membuat tim kurator KEN mudah mengenali:

  • Narasi budaya yang kuat
  • Visual yang konsisten
  • Cerita lokal yang otentik

Banyak event gagal masuk KEN bukan karena kurang megah, tetapi karena kehilangan jati diri.


Manajemen Event yang Profesional dan Terukur

Salah satu keunggulan Banyuwangi adalah tata kelola event yang rapi. Mulai dari perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi pasca-acara, semuanya terdokumentasi dengan baik.

Hal ini memudahkan proses kurasi oleh Kementerian Pariwisata RI, karena data yang disajikan jelas dan terukur:

  • Jumlah pengunjung
  • Dampak ekonomi
  • Keterlibatan masyarakat

Event yang datanya rapi adalah event yang siap naik kelas.


Keberpihakan pada Masyarakat Lokal

Banyuwangi menjadikan masyarakat sebagai pelaku utama, bukan pelengkap. Penari Gandrung, perajin kostum, pelaku kuliner, hingga relawan mayoritas berasal dari warga lokal.

Model ini menciptakan:

  • Rasa memiliki terhadap event
  • Partisipasi yang berkelanjutan
  • Regenerasi pelaku budaya

Festival yang dirawat bersama masyarakat akan bertahan lebih lama dibanding event yang dikelola eksklusif.


Kepemimpinan Daerah yang Konsisten

Konsistensi Banyuwangi juga lahir dari kepemimpinan daerah yang memiliki visi jangka panjang terhadap pariwisata berbasis budaya. Pergantian program tidak membuat arah kebijakan berubah drastis.

Festival tidak diperlakukan sebagai proyek, melainkan sebagai:

  • Investasi sosial
  • Alat diplomasi budaya
  • Penggerak ekonomi lokal

Stabilitas visi inilah yang jarang dimiliki daerah lain.


Promosi Terintegrasi dan Storytelling Kuat

Banyuwangi piawai mengemas cerita. Setiap event tidak hanya dipromosikan sebagai tontonan, tetapi sebagai pengalaman budaya.

Promosi dilakukan melalui:

  • Media nasional dan lokal
  • Platform digital dan media sosial
  • Kolaborasi dengan komunitas kreatif

Cerita yang kuat membuat event Banyuwangi selalu relevan untuk diangkat ulang oleh media dan mesin pencari.


KEN Adalah Hasil, Bukan Target Utama

Bagi Banyuwangi, masuk KEN bukan tujuan akhir. Fokus utama tetap pada kualitas event dan manfaat bagi warga. Pengakuan nasional datang sebagai konsekuensi dari proses yang benar.

Inilah yang membuat Banyuwangi tidak hanya masuk KEN sekali, tetapi konsisten dari tahun ke tahun.


PENUTUP

Kunci konsistensi Banyuwangi di Karisma Event Nusantara terletak pada satu hal sederhana: merawat budaya dengan serius dan melibatkan masyarakat secara nyata. Ketika festival menjadi bagian dari kehidupan warga, pengakuan nasional hanyalah soal waktu.