Masuknya sebuah event ke dalam Karisma Event Nusantara (KEN) bukanlah kebetulan. Di balik festival yang lolos kurasi nasional, ada proses panjang, konsistensi, dan keseriusan daerah dalam mengelola potensi budayanya.
Tak sedikit daerah yang memiliki tradisi unik, namun belum mampu menembus KEN. Lantas, apa saja yang harus dilakukan pemerintah daerah agar event lokal bisa naik kelas dan masuk kalender nasional?
Pahami Dulu Apa yang Dicari KEN
Sebelum berbicara soal strategi, daerah harus memahami bahwa KEN bukan sekadar ajang seremonial. Program ini dikurasi langsung oleh Kementerian Pariwisata RI untuk memilih event yang siap menjadi wajah pariwisata Indonesia.
Event yang dicari KEN umumnya memiliki tiga fondasi utama:
- Budaya yang kuat dan otentik
- Manajemen event yang profesional
- Dampak nyata bagi masyarakat
Tanpa tiga hal ini, peluang masuk KEN akan sangat kecil.
1. Konsistensi Adalah Kunci Utama
Salah satu syarat tidak tertulis namun sangat menentukan adalah konsistensi. Event yang baru digelar satu kali hampir tidak memiliki peluang besar masuk KEN.
Daerah perlu memastikan bahwa:
- Event digelar rutin setiap tahun
- Nama, konsep dasar, dan identitas event tetap terjaga
- Ada peningkatan kualitas dari tahun ke tahun
Banyak event gagal bukan karena kurang menarik, tetapi karena tidak berkelanjutan.
2. Angkat Budaya Lokal, Bukan Menirunya
KEN sangat menekankan keunikan lokal. Event yang meniru konsep daerah lain atau terlalu generik biasanya sulit lolos kurasi.
Event yang kuat biasanya:
- Berangkat dari tradisi, ritual, atau sejarah lokal
- Melibatkan pelaku budaya setempat
- Menampilkan narasi khas daerah, bukan sekadar hiburan
Budaya bukan aksesori, melainkan inti acara.
3. Libatkan Masyarakat sebagai Pelaku Utama
Salah satu indikator penting penilaian KEN adalah keterlibatan masyarakat lokal. Event yang hanya digarap vendor tanpa partisipasi warga biasanya dinilai kurang berakar.
Keterlibatan bisa berupa:
- Seniman dan komunitas lokal sebagai pengisi acara
- UMKM lokal terlibat dalam ekosistem event
- Warga menjadi bagian dari proses, bukan hanya penonton
Event yang hidup biasanya lahir dari masyarakatnya sendiri.
4. Kelola Event Secara Profesional
Meski berbasis budaya, event tetap harus dikelola dengan standar profesional. Tim kurator KEN menilai aspek teknis seperti:
- Tata kelola panitia
- Keamanan dan kenyamanan pengunjung
- Alur acara yang rapi
- Kesiapan infrastruktur pendukung
Profesionalisme inilah yang membuat event lokal layak tampil di panggung nasional.
5. Tunjukkan Dampak Ekonomi Nyata
KEN tidak hanya bicara soal panggung dan pertunjukan, tetapi juga multiplier effect.
Daerah perlu mampu menunjukkan:
- Perputaran ekonomi UMKM
- Dampak terhadap okupansi hotel
- Keterlibatan sektor transportasi dan jasa
- Manfaat langsung bagi warga sekitar
Festival yang baik adalah yang meninggalkan manfaat, bukan sekadar keramaian.
6. Dokumentasi dan Narasi Harus Kuat
Event yang bagus tetapi tidak terdokumentasi dengan baik akan sulit dinilai. Karena itu, daerah perlu menyiapkan:
- Dokumentasi foto dan video berkualitas
- Data pengunjung dan dampak ekonomi
- Cerita (storytelling) yang kuat tentang event
Narasi inilah yang menjadi “nilai jual” saat event diajukan ke kurasi KEN.
7. Sinergi Pemerintah, Komunitas, dan Media
Event yang sukses masuk KEN hampir selalu didukung oleh kolaborasi lintas sektor:
- Pemerintah daerah sebagai fasilitator
- Komunitas budaya sebagai roh acara
- Media sebagai penyebar cerita
Tanpa sinergi ini, event sulit berkembang secara berkelanjutan.
KEN Bukan Tujuan Akhir, Tapi Awal
Masuk KEN bukan garis finis. Justru, itu menjadi awal tantangan baru agar event terus menjaga kualitas dan kepercayaan publik.
Daerah yang berhasil mempertahankan eventnya di KEN umumnya telah menjadikan festival sebagai bagian dari strategi pembangunan pariwisata jangka panjang.
PENUTUP
Setiap daerah memiliki peluang yang sama untuk masuk Karisma Event Nusantara. Kuncinya bukan pada besarnya anggaran, melainkan pada konsistensi, kejujuran budaya, dan keberpihakan pada masyarakat lokal. Ketika event dirawat dengan niat yang benar, pengakuan nasional akan datang dengan sendirinya.

















Tinggalkan Balasan