Setiap tahun, sejumlah festival daerah terpilih masuk dalam agenda nasional bernama Karisma Event Nusantara (KEN). Bagi sebagian warga, KEN mungkin hanya terdengar sebagai daftar event pariwisata. Padahal, program ini memiliki peran besar dalam menentukan arah promosi daerah, pergerakan wisatawan, hingga dampak ekonomi masyarakat lokal.
Lalu, apa sebenarnya KEN itu, dan mengapa banyak daerah berlomba-lomba agar event mereka bisa masuk ke dalamnya?
Pengertian Karisma Event Nusantara (KEN)
Karisma Event Nusantara (KEN) adalah program tahunan yang disusun dan dikurasi oleh Kementerian Pariwisata RI. Program ini berisi daftar event unggulan dari seluruh Indonesia yang dinilai memiliki kualitas tinggi, keunikan budaya, serta dampak nyata bagi pariwisata dan ekonomi daerah.
KEN bukan sekadar kalender acara. Event yang masuk KEN telah melewati proses kurasi ketat, mulai dari konsep, konsistensi penyelenggaraan, keterlibatan masyarakat, hingga potensi daya tarik wisatawan nasional dan internasional.
Dengan kata lain, KEN adalah “etalase” festival terbaik Indonesia dalam satu tahun.
Bagaimana Event Bisa Masuk KEN?
Tidak semua event daerah otomatis masuk KEN. Pemerintah daerah harus mengajukan event unggulannya untuk dinilai oleh tim kurator nasional.
Beberapa indikator penilaian antara lain:
- Konsistensi penyelenggaraan (berlangsung rutin dan berkelanjutan)
- Keunikan dan kekuatan budaya lokal
- Kualitas manajemen event
- Dampak ekonomi bagi masyarakat
- Potensi promosi pariwisata jangka panjang
inilah sebabnya hanya ratusan event terpilih dari ribuan festival daerah yang akhirnya masuk KEN setiap tahun.
Kenapa KEN Penting bagi Daerah?
Masuknya sebuah event ke dalam KEN membawa dampak yang jauh lebih besar daripada sekadar prestise.
1. Promosi Nasional hingga Internasional
Event KEN dipromosikan langsung melalui kanal resmi Kementerian Pariwisata, media nasional, serta jejaring pariwisata internasional. Ini membuat daerah lebih dikenal tanpa harus mengeluarkan biaya promosi besar secara mandiri.
2. Meningkatkan Kunjungan Wisatawan
Event yang masuk KEN cenderung mengalami lonjakan kunjungan wisatawan, baik domestik maupun mancanegara. Wisatawan biasanya merencanakan perjalanan berdasarkan kalender event nasional.
3. Menggerakkan Ekonomi Lokal
Dampak langsung terasa pada:
- UMKM dan pedagang lokal
- Hotel dan penginapan
- Transportasi lokal
- Seniman dan pelaku budaya
Festival besar menciptakan efek domino ekonomi yang menyentuh banyak lapisan masyarakat.
4. Mendorong Profesionalisme Event Daerah
Standar KEN mendorong daerah untuk mengelola festival secara lebih profesional, tertata, dan berkelanjutan. Event tidak lagi bersifat seremonial semata, tetapi menjadi industri kreatif berbasis budaya.
KEN dan Identitas Budaya Daerah
Salah satu kekuatan KEN adalah tetap menempatkan budaya lokal sebagai roh utama event. Festival yang masuk KEN justru dinilai karena keberhasilannya menjaga identitas daerah di tengah tuntutan industri pariwisata.
Contohnya, daerah seperti Banyuwangi mampu menjadikan tradisi lokal sebagai tontonan kelas dunia tanpa kehilangan jati diri masyarakatnya.
KEN bukan soal kemegahan semata, tetapi tentang bagaimana budaya dirawat dan diwariskan lewat event.
KEN sebagai Investasi Jangka Panjang
Bagi pemerintah daerah, KEN adalah investasi jangka panjang. Event yang konsisten masuk KEN akan membangun citra daerah sebagai destinasi wisata budaya, bukan sekadar tujuan singgah.
Dalam jangka panjang, hal ini berdampak pada:
- Peningkatan PAD dari sektor pariwisata
- Tumbuhnya ekosistem ekonomi kreatif
- Terbukanya lapangan kerja berbasis budaya dan pariwisata
Kesimpulan: Lebih dari Sekadar Kalender Event
Karisma Event Nusantara bukan hanya daftar festival, melainkan strategi nasional untuk memperkuat pariwisata berbasis budaya dan memberdayakan daerah. Bagi masyarakat lokal, KEN adalah peluang ekonomi. Bagi daerah, KEN adalah pengakuan kualitas. Bagi Indonesia, KEN adalah wajah kekayaan budaya di mata dunia.

















Tinggalkan Balasan