Banyuwangi – Terminal Sasak Perot yang selama ini identik dengan angkutan konvensional, perlahan mulai berbenah. Berlokasi tak jauh dari pusat Kota Banyuwangi, terminal di Jalan Kuntulan itu kini disiapkan sebagai simpul penting transportasi wisata yang menghubungkan stasiun, destinasi unggulan, hingga jalur wisata Ijen.

Langkah ini menjadi bagian dari strategi Pemerintah Kabupaten Banyuwangi dalam memperkuat sektor pariwisata melalui peningkatan sarana transportasi yang terintegrasi.

Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Banyuwangi, I Komang Sudira Atmaja, menegaskan bahwa berkembangnya pariwisata Banyuwangi harus diimbangi dengan sistem transportasi yang memadai dan nyaman.

Menurutnya, seluruh aset daerah yang berpotensi mendukung pariwisata akan dimaksimalkan, termasuk Terminal Sasak Perot yang ke depan diarahkan menjadi pusat transit menuju berbagai destinasi favorit wisatawan.

Terminal ini disiapkan untuk melayani perpindahan penumpang dari berbagai moda, mulai dari angkutan kota, transportasi daring, hingga kendaraan khusus wisata.

Penataan Terminal Sasak Perot tidak dilakukan sekaligus, melainkan bertahap sesuai kebutuhan dan ketersediaan anggaran. Saat ini, perbaikan difokuskan pada area dasar yang selama ini menjadi keluhan pengguna.

Jalan di dalam kawasan terminal telah dipaving untuk meningkatkan kenyamanan dan keamanan. Selanjutnya, penataan bangunan terminal akan diusulkan agar lebih representatif sebagai pintu masuk wisata.

Di tahap awal ini, perubahan fisik mulai terlihat dan memberi kesan lebih ramah bagi pengunjung.

Ke depan, Terminal Sasak Perot akan difungsikan sebagai titik temu perjalanan wisata. Penumpang dari Stasiun Banyuwangi Kota dapat berpindah moda di terminal ini untuk melanjutkan perjalanan ke Kawah Ijen, desa wisata, hingga jalur menuju pelabuhan dan kapal cepat.

Secara geografis, lokasi terminal dinilai sangat strategis. Jaraknya hanya sekitar 950 meter dari Stasiun Banyuwangi Kota dan sekitar 3,3 kilometer dari pusat kota. Terminal ini juga berada di jalur utama menuju sejumlah destinasi unggulan seperti Desa Wisata Osing Kemiren, TWA Kawah Ijen, Air Terjun Jagir, Sendang Seruni, Taman Gandrung Terakota, hingga kawasan wisata Ijen Sky Light.

Selama ini, Terminal Sasak Perot cenderung sepi dan hanya dimanfaatkan angkutan konvensional. Kondisinya dinilai kurang mendukung kenyamanan wisatawan yang datang dari luar daerah.

Dengan pengaktifan kembali fungsi terminal sebagai hub pariwisata, Pemkab berharap pergerakan wisatawan menjadi lebih tertata, sekaligus mengurangi kepadatan lalu lintas di titik-titik tertentu.

Optimalisasi terminal ini juga diharapkan membuka peluang ekonomi baru, mulai dari jasa transportasi, UMKM, hingga layanan pendukung pariwisata di sekitarnya.