Banyuwangi – Kereta api kembali menjadi andalan mobilitas masyarakat menuju Banyuwangi selama libur panjang Isra Miraj 1447 Hijriah. Selama empat hari libur berturut-turut, aktivitas di stasiun-stasiun wilayah Banyuwangi terpantau padat, seiring meningkatnya jumlah penumpang yang keluar-masuk daerah ujung timur Pulau Jawa tersebut.
Data PT Kereta Api Indonesia Daerah Operasi (Daop) 9 Jember menunjukkan lonjakan signifikan volume penumpang selama periode 15–18 Januari 2026.
Lonjakan penumpang paling terlihat di pintu masuk utama Banyuwangi, seperti Stasiun Banyuwangi Kota dan Stasiun Ketapang. Antusiasme masyarakat yang memanfaatkan momen long weekend terlihat dari ramainya arus kedatangan maupun keberangkatan kereta api.
Berdasarkan data okupansi KAI Daop 9 Jember, total penumpang yang turun di berbagai stasiun wilayah Kabupaten Banyuwangi mencapai 20.657 orang. Sementara jumlah penumpang yang berangkat dari Banyuwangi tercatat sebanyak 20.217 orang.
Angka tersebut mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api sebagai moda transportasi jarak jauh yang nyaman dan tepat waktu.
Manager Hukum dan Humas KAI Daop 9 Jember, Cahyo Widiantoro, menyebut lonjakan ini menjadi indikator kuat bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat, terutama saat momen libur nasional.
Menurutnya, kereta api dinilai efektif untuk menunjang perjalanan wisata maupun agenda silaturahmi keluarga karena faktor keamanan, kenyamanan, serta kepastian jadwal.
Ia menambahkan, tingginya minat masyarakat selama libur Isra Miraj menjadi tolok ukur keberhasilan pelayanan KAI dalam menjawab kebutuhan transportasi publik.
Lonjakan penumpang kereta api ini mendapat apresiasi dari Pemerintah Kabupaten Banyuwangi. Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, menilai tingginya arus kedatangan melalui jalur rel menjadi sinyal positif bagi sektor pariwisata daerah.
Ia menyampaikan terima kasih atas konsistensi KAI dalam memberikan pelayanan yang baik kepada wisatawan yang berkunjung ke Banyuwangi. Menurutnya, akses transportasi yang andal menjadi salah satu kunci keberhasilan pengembangan pariwisata.
Lebih lanjut, Taufik berharap meningkatnya jumlah penumpang yang turun di Banyuwangi dapat memberikan efek domino bagi perekonomian lokal. Mulai dari sektor perhotelan, UMKM, hingga jasa transportasi dan pemandu wisata diharapkan ikut merasakan dampak positif.
Dengan dukungan moda transportasi massal yang semakin diminati, Banyuwangi dinilai memiliki peluang besar untuk terus memperkuat posisinya sebagai destinasi wisata unggulan di Jawa Timur.

















Tinggalkan Balasan