Banyuwangi – Libur panjang Isra Miraj 1447 Hijriah menjadi momentum penting bagi sektor pariwisata Banyuwangi. Jatuhnya hari besar keagamaan di pertengahan pekan menciptakan rangkaian long weekend yang dimanfaatkan masyarakat untuk bepergian dan berwisata.
Di antara banyak destinasi yang diserbu wisatawan, Kawah Ijen kembali menegaskan posisinya sebagai ikon wisata alam unggulan. Keindahannya tak hanya memikat wisatawan lokal, tetapi juga pelancong dari luar pulau.
Salah satu wisatawan yang datang dari jauh adalah Nur Fitri Buamona, asal Ternate, Maluku Utara. Ia mengaku sengaja memilih Banyuwangi sebagai tujuan liburan panjangnya dan menghabiskan waktu selama tiga hari untuk menjelajahi berbagai destinasi di daerah berjuluk The Sunrise of Java ini.
Bagi Fitri, Kawah Ijen menjadi puncak perjalanan wisatanya. Mendaki gunung dengan danau kawah asam terbesar di dunia itu menjadi pengalaman yang tidak terlupakan, terlebih karena merupakan pendakian pertamanya.
Menurutnya, tantangan fisik saat menanjak terbayar lunas ketika tiba di puncak dan disuguhi panorama kawah dengan warna hijau toska yang khas.
Fitri menuturkan, selama tiga hari di Banyuwangi, dirinya bersama rombongan telah mengunjungi sejumlah destinasi unggulan. Hari terakhir dipilih khusus untuk mendaki Kawah Ijen.
Ia mengaku pendakian tersebut benar-benar menguji adrenalin, namun rasa lelah langsung sirna saat menyaksikan pemandangan alam dari puncak. Momen tersebut menjadi pengalaman berharga yang sulit dilupakan.
Di titik inilah, Kawah Ijen kembali menunjukkan daya tariknya sebagai destinasi yang tidak hanya indah, tetapi juga meninggalkan kesan emosional bagi para pengunjung.
Selain Kawah Ijen, Fitri juga terkesan dengan kekayaan wisata bahari Banyuwangi. Sebelum mendaki, ia dan rombongan telah menikmati keindahan Pulau Merah dan Pulau Mbedil, serta menyeberang ke Pulau Menjangan.
Menurutnya, pantai-pantai di Banyuwangi memiliki karakter yang kuat dengan panorama alam yang masih alami. Pengalaman tersebut membuatnya berkeinginan untuk kembali berlibur ke Banyuwangi di lain waktu.
Bagi wisatawan dari luar daerah, keberagaman destinasi inilah yang menjadi nilai lebih Banyuwangi dibandingkan daerah wisata lain.
Antusiasme wisatawan selama libur Isra Miraj tercermin dari data kunjungan resmi. Selama periode 16 hingga 18 Januari 2026, jumlah wisatawan yang masuk ke Kawah Ijen tercatat mencapai 1.907 orang.
Secara keseluruhan, Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi mencatat total pergerakan wisatawan di berbagai destinasi Banyuwangi mencapai 17.923 orang selama libur panjang tersebut.
Angka ini menunjukkan bahwa Banyuwangi tetap konsisten menjadi magnet wisata, baik bagi pelancong lokal maupun wisatawan dari luar pulau.
Lonjakan kunjungan di awal tahun 2026 menjadi sinyal positif bagi industri pariwisata Banyuwangi. Keberhasilan menjaga daya tarik alam, aksesibilitas, serta promosi wisata dinilai berkontribusi besar terhadap meningkatnya minat kunjungan.
Cerita wisatawan seperti Fitri menjadi gambaran nyata bahwa Banyuwangi bukan sekadar tujuan singgah, melainkan destinasi yang mampu meninggalkan kesan mendalam dan mendorong wisatawan untuk kembali.

















Tinggalkan Balasan