Pulau Mbedil atau Pulau Bedil di pesisir selatan Banyuwangi menjadi destinasi wisata baru yang mencuri perhatian selama libur akhir tahun 2025. Gugusan pulau kecil, air laut jernih, dan panorama dari ketinggian membuat kawasan ini dijuluki wisatawan sebagai “Raja Ampat versi Banyuwangi”.


BANYUWANGI – Kabupaten Banyuwangi kembali menambah daftar destinasi wisata alam yang diminati wisatawan. Kali ini, Pulau Mbedil atau lebih dikenal sebagai Pulau Bedil, yang berada di perairan selatan Banyuwangi, muncul sebagai primadona baru selama libur Natal dan Tahun Baru 2025.

Pulau Bedil secara administratif terletak di wilayah perairan Pancer, Desa Sumberagung, Kecamatan Pesanggaran. Kawasan ini menawarkan panorama bahari dengan karakter khas pantai selatan, dipadukan gugusan pulau-pulau kecil yang berdekatan dan masih relatif alami.

Daya tarik utama Pulau Bedil terletak pada pemandangan dari beberapa titik ketinggian di sekitarnya, seperti Green Island, Puncak Kemuning, dan Jungle Island. Dari lokasi tersebut, wisatawan dapat menyaksikan formasi pulau kecil yang tersebar di laut lepas dengan komposisi visual yang dinilai unik.

Julukan “Raja Ampat-nya Banyuwangi” pun melekat di kalangan pelancong karena kemiripan lanskapnya dengan kawasan wisata di Papua, meski dalam skala yang lebih kecil.

Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kabupaten Banyuwangi, Taufik Rohman, mengatakan Pulau Bedil mengalami lonjakan kunjungan signifikan selama libur akhir tahun.

“Pada periode 24 hingga 31 Desember 2025, tercatat sebanyak 5.865 wisatawan masuk melalui Pantai Mustika dan menyeberang ke kawasan Pulau Bedil,” ujar Taufik.

Selain panorama dari ketinggian, wisatawan juga disuguhi kejernihan air laut dengan gradasi warna hijau toska hingga biru tua. Kondisi perairan di sekitar pulau relatif tenang, sehingga aman bagi wisatawan yang ingin berenang atau sekadar menikmati laguna alami.

Untuk mencapai Pulau Bedil, wisatawan harus menempuh perjalanan darat sekitar dua jam dari pusat Kota Banyuwangi menuju Pantai Mustika, Pancer. Dari pantai tersebut, perjalanan dilanjutkan dengan menyeberang menggunakan perahu nelayan setempat.

Selama penyeberangan, wisatawan akan melewati tebing-tebing karang khas pesisir selatan Banyuwangi, dengan ombak laut yang menjadi ciri wilayah Samudra Hindia. Perjalanan laut ini menjadi bagian dari pengalaman wisata sebelum tiba di Pulau Bedil.

Popularitas Pulau Bedil tidak hanya meningkat di kalangan wisatawan domestik. Sejumlah wisatawan mancanegara mulai menjadikan kawasan ini sebagai alternatif destinasi selain Bali. Promosi melalui media sosial serta peningkatan infrastruktur penunjang turut mendorong kenaikan minat kunjungan.

Usai menikmati panorama alam, wisatawan biasanya kembali ke Pantai Mustika untuk menikmati kuliner laut. Hidangan seafood segar hasil tangkapan nelayan setempat menjadi pelengkap perjalanan wisata di kawasan selatan Banyuwangi.