Ijen Farmhouse Banyuwangi muncul sebagai destinasi wisata edukasi baru selama libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Mengusung konsep kebun binatang mini dengan interaksi langsung, objek wisata di lereng Gunung Ijen ini menarik minat keluarga dan anak-anak dari berbagai daerah.


BANYUWANGI – Objek wisata edukasi Ijen Farmhouse di Kabupaten Banyuwangi mulai menarik perhatian publik selama masa libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026. Destinasi yang berlokasi di Desa Tamansari, Kecamatan Licin, ini menjadi alternatif baru wisata keluarga dengan konsep kebun binatang mini berbasis edukasi.

Berada di kawasan lereng Gunung Ijen, Ijen Farmhouse menawarkan ruang terbuka hijau yang dirancang ramah anak. Pengunjung, khususnya anak-anak, tidak hanya melihat hewan dari jarak jauh, tetapi juga dapat berinteraksi langsung di bawah pendampingan petugas.

General Manager Ijen Farmhouse Banyuwangi, Indra Iwan Putra, mengatakan objek wisata tersebut baru dibuka dan langsung mendapat respons positif dari masyarakat.

“Anak-anak bisa berinteraksi langsung dengan hewan, seperti memberi makan dan mengenal cara perawatannya. Ini menjadi pengalaman yang berbeda dibanding kebun binatang konvensional,” ujar Indra, Kamis (akhir Desember 2025).

Ia menjelaskan, Ijen Farmhouse mengusung konsep visual yang dekat dengan dunia anak-anak. Salah satu daya tarik utama adalah keberadaan domba berbulu tebal yang oleh pengunjung cilik kerap disamakan dengan karakter animasi “Shaun the Sheep”.

Menurut Indra, wisata ini menjadi salah satu yang pertama di kawasan Tapal Kuda dengan konsep kebun binatang mini interaktif. Sejumlah satwa yang dihadirkan didatangkan dari luar negeri, seperti domba asal Swiss, alpaca, hingga kuda poni.

“Ijen Farmhouse kami rancang sebagai wisata edukasi. Anak-anak tidak hanya senang, tetapi juga mendapatkan pengetahuan tentang satwa dan lingkungan,” katanya.

Antusiasme pengunjung juga datang dari luar Banyuwangi. Tias, wisatawan asal Situbondo, mengaku memilih Ijen Farmhouse sebagai tujuan liburan Tahun Baru untuk memberikan pengalaman berbeda bagi anaknya.

“Anak-anak bisa belajar langsung, mulai dari memberi makan hingga memandikan domba. Menurut saya ini bagus karena ada unsur edukasinya,” ujarnya.

Sejak dibuka, Ijen Farmhouse tercatat telah dikunjungi sekitar seribu wisatawan selama periode libur akhir tahun. Pengelola menilai tren kunjungan masih berpotensi meningkat seiring promosi dari mulut ke mulut dan media sosial.