Pantai Lumbung di Jalur Lintas Selatan (JLS) Tulungagung belakangan menjadi perbincangan publik setelah viral di TikTok dan masuk deretan konten FYP. Meski kawasan JLS sudah dikenal memiliki banyak destinasi pantai, Pantai Lumbung baru mencuri perhatian setelah infrastruktur jalur tersebut rampung dan membuka akses menuju kawasan pesisir yang sebelumnya jarang tersentuh.

Lokasinya berada di Desa Pucanglaban, Kecamatan Pucanglaban, Tulungagung, dan dapat dikunjungi 24 jam tanpa tiket masuk. Pengunjung hanya perlu membayar biaya parkir sekitar Rp5.000. Dari pusat kota, perjalanan menuju pantai memakan waktu kurang lebih 40 menit, melewati Pasar Ngunut, Pasar Panjerejo, hingga Pasar Puse sebelum memasuki jalan berkelok menuju Bukit Lok Songo.

Meski demikian, wisatawan disarankan tidak datang terlalu malam. Jalan menuju pantai masih sempit dan curam, sehingga cukup berisiko bila dilalui dalam kondisi gelap. Kendaraan roda empat juga tidak direkomendasikan karena ruas jalannya mengalami kerusakan parah. Dari area parkir, pengunjung masih harus berjalan kaki sekitar 500 meter menuruni tangga kayu untuk mencapai bibir pantai yang berada di bawah tebing.

Sesampainya di area pantai, pengunjung disambut pasir putih bersih dan bentang karang yang indah. Kealamiannya yang masih terjaga membuat air laut tampak jernih dan memantulkan warna biru terang. Pemandangan dari atas tebing juga menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan yang ingin menikmati panorama dari sudut lebih tinggi.

Salah satu ikon Pantai Lumbung adalah batu besar yang berdiri di tengah pantai. Bentuknya terlihat ramping jika dilihat dari sisi timur, namun tampak lebar dari sisi barat. Lumut hijau yang menempel di beberapa bagian batu membuatnya semakin mencolok. Bentuknya yang menyerupai lumbung inilah yang menjadi dasar penamaan pantai tersebut. Banyak pengunjung memanfaatkan batu besar ini sebagai spot foto karena tampilannya yang unik.

Aktivitas seperti berenang, bermain pasir, hingga berburu foto menjadi favorit wisatawan. Namun, ombak di kawasan ini cukup kuat sehingga pengunjung yang tidak mahir berenang diminta berhati-hati. Sunset di pantai ini juga menjadi momen yang banyak diburu karena sinarnya yang memantul ke permukaan pasir dan karang, menciptakan suasana dramatis di antara tebing curam.

Sebagai destinasi baru, fasilitas di Pantai Lumbung masih terbilang sederhana. Hanya ada warung kecil, mushola, toilet, dan area parkir yang menampung kendaraan roda dua. Karena pilihan konsumsi terbatas, sebagian wisatawan memilih membawa bekal sendiri. Meski minim fasilitas, pengalaman menikmati pantai yang masih alami menjadi daya tarik utama yang membuat banyak orang rela menempuh jalur ekstrem menuju tempat ini.

Dengan keindahan yang masih natural dan suasana yang tenang, Pantai Lumbung kini menjelma menjadi salah satu hidden gem di Tulungagung yang sayang untuk dilewatkan, terutama bagi pecinta eksplorasi alam. (balqis).