Media Kampung – 24 Maret 2026 | Chery Automobile mengumumkan pemesanan khusus (blind order) untuk model SUV EX7 yang akan dilengkapi teknologi rem terkini.

Model ini juga akan menjadi platform pertama Chery yang memakai baterai semi‑solid‑state, memperkuat posisi perusahaan dalam persaingan mobil listrik.

Penggunaan baterai semi‑solid‑state dijadwalkan dimulai pada kuartal keempat tahun ini, dengan target produksi massal pada 2027.

Baterai tersebut memungkinkan pengisian ultra cepat hingga 1.200 kW, sehingga dapat menambah jarak tempuh sekitar 500 km dalam delapan menit.

Selain kecepatan pengisian, baterai semi‑solid‑state menawarkan ekspansi volume yang lebih rendah, sekitar 10 persen, dan umur pakai diperkirakan mencapai 5.000 siklus pengisian.

Teknologi rem baru yang diintegrasikan pada EX7 dirancang untuk meningkatkan responsifitas dan kestabilan pada kecepatan tinggi.

Sistem rem tersebut menggunakan sensor elektromekanik yang berkomunikasi langsung dengan unit kontrol kendaraan, memperpendek jarak pengereman pada kondisi darurat.

Pengujian awal sistem rem baru menunjukkan pengurangan jarak pengereman hingga 12 persen dibandingkan dengan sistem konvensional.

Chery menargetkan bahwa kombinasi baterai semi‑solid‑state dan rem canggih akan memperluas daya saing EX7 di pasar SUV listrik premium.

Wakil Presiden Chery, Gu Chunshan, menyatakan total investasi riset dan pengembangan baterai solid‑state melebihi 10 miliar yuan, setara sekitar 21 triliun rupiah.

Ia menambahkan bahwa tim riset baterai akan diperluas menjadi lebih dari 1.200 insinyur dalam dua tahun ke depan, mayoritas dengan gelar magister atau doktor.

Laboratorium canggih dan lini produksi percontohan sedang dibangun untuk mendukung skala produksi baterai solid‑state.

Chery juga berencana mengembangkan ekosistem industri terintegrasi guna mempercepat adopsi teknologi baru.

Varian Rhino Battery S menampilkan dua pilihan: sel 60 Ah dengan kepadatan energi 400 Wh/kg berbasis elektrolit sulfida, dan varian 600 Wh/kg dengan elektrolit polimer dan katoda mangan‑lithium.

Varian berkapasitas tinggi diproyeksikan menembus jarak tempuh lebih dari 1.500 km per pengisian, dengan target penyelesaian pengujian pada 2027.

Model Exeed ES8 akan menjadi kendaraan uji coba pertama untuk baterai solid‑state Rhino, sementara EX7 akan mengadopsi versi semi‑solid‑state.

Penggunaan baterai cair pada EX7 tetap memungkinkan pengisian ultra cepat, sekaligus mendukung integrasi sistem rem baru.

Chery menegaskan bahwa inovasi rem dan baterai merupakan bagian dari strategi jangka panjang untuk memperkuat posisi di pasar global.

Perusahaan berharap teknologi ini dapat menurunkan emisi karbon serta meningkatkan efisiensi energi kendaraan.

Kendaraan EX7 yang dipesan secara khusus diperkirakan akan mulai dikirim kepada pelanggan pada akhir 2026.

Pemesanan blind order menunjukkan minat kuat dealer dan konsumen terhadap kendaraan berteknologi tinggi ini.

Para analis industri menilai bahwa kombinasi kecepatan pengisian, jarak tempuh jauh, dan sistem pengereman canggih akan menjadi nilai jual utama.

Chery juga mengantisipasi regulasi pemerintah yang semakin ketat terkait emisi dan keselamatan kendaraan.

Dengan investasi besar pada riset baterai dan rem, perusahaan menyiapkan fondasi untuk inovasi berkelanjutan.

Secara keseluruhan, peluncuran EX7 dengan teknologi rem baru dan baterai semi‑solid‑state menandai langkah penting dalam evolusi mobil listrik Chery.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.