Media Kampung – 19 Maret 2026 | Penjualan mobil listrik di Amerika Serikat mengalami penurunan tajam setelah pemerintah federal menghapus insentif pajak yang sebelumnya mendukung pembelian kendaraan ramah lingkungan. Data yang dirilis pada 19 Maret 2026 menunjukkan penurunan sebesar 41 % pada Januari dibandingkan tahun sebelumnya, menandai penurunan paling signifikan dalam sejarah pasar EV Amerika.
Secara keseluruhan, pangsa pasar kendaraan listrik murni turun menjadi 5,1 % dari total penjualan kendaraan baru, jauh di bawah 8,3 % yang tercatat pada tahun 2025. Sementara itu, mobil berbahan bakar bensin kembali menguasai 76,6 % pasar, dan varian hibrida mencatat pertumbuhan positif sebesar 14,7 %.
Tesla tetap menjadi pemimpin pasar meskipun volume penjualannya menurun 26 % secara tahunan. Pada Januari, 32.123 unit Tesla terdaftar, yang memberi perusahaan pangsa internal sebesar 53,7 % di segmen EV.
Cadillac menempati posisi kedua dengan 3.189 unit terjual, mencatat pertumbuhan 8,1 % dan menonjol sebagai satu-satunya merek besar yang masih mencatat kenaikan penjualan dalam kondisi pasar yang lesu.
Produsen lain mengalami penurunan signifikan: Hyundai mencatat penurunan 23 % terutama karena penurunan permintaan Ioniq 5, Ford anjlok 67 % dan Chevrolet turun 55 % dalam penjualan EV mereka.
Di sisi lain, Toyota menunjukkan peningkatan 25 % dalam penjualan mobil listrik, meski total volume masih kecil dibandingkan pesaing utama. Pertumbuhan ini didorong oleh model hibrida plug‑in yang semakin diminati konsumen.
Penghapusan kredit pajak federal pada September 2025 menghilangkan potongan harga yang selama ini menjadi faktor penentu bagi banyak pembeli. Tanpa subsidi, daya beli konsumen beralih kembali ke kendaraan berbahan bakar fosil atau hibrida.
“Kebijakan ini memaksa pasar EV untuk menyesuaikan diri secara alami dan menuntut produsen menurunkan biaya serta meningkatkan nilai produk,” ujar analis senior S&P Global Mobility, Lina Hartono. Ia menambahkan bahwa fase penyesuaian ini dapat mempercepat inovasi teknologi baterai.
Para produsen kini dipaksa untuk meninjau kembali strategi harga dan mempercepat peluncuran model yang lebih terjangkau. Beberapa perusahaan melaporkan peningkatan investasi pada riset efisiensi energi dan produksi skala besar.
Pengurangan biaya produksi dipandang sebagai kunci untuk mengembalikan kepercayaan konsumen. Industri berupaya mengoptimalkan rantai pasokan baterai domestik guna mengurangi ketergantungan pada impor.
Konsumen tampak lebih selektif, mengutamakan kepraktisan dan total biaya kepemilikan daripada sekadar faktor lingkungan. Data pendaftaran menunjukkan pergeseran minat ke kendaraan hibrida yang menawarkan fleksibilitas bahan bakar.
Para pengamat memperkirakan bahwa tanpa intervensi kebijakan lebih lanjut, pangsa pasar EV dapat tetap berada di kisaran 5‑6 % selama dua hingga tiga tahun ke depan. Namun, inovasi produk dan penurunan harga dapat mempercepat pemulihan.
Secara keseluruhan, pasar mobil listrik AS kini berada pada fase penyesuaian yang menuntut produsen berinovasi dan menurunkan biaya tanpa dukungan subsidi pemerintah. Keberlanjutan pertumbuhan akan sangat bergantung pada kemampuan industri mengatasi tantangan harga.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan