Media Kampung – 11 Maret 2026 | DFS K (Dongfeng Sokon) kembali menegaskan komitmen kuatnya terhadap pasar otomotif Indonesia dengan menyiapkan peluncuran kendaraan ramah lingkungan terbaru pada semester kedua tahun 2026. Kendaraan yang dijanjikan masuk dalam kategori New Energy Vehicle (NEV) ini belum diungkap nama model maupun spesifikasi detail, namun sejumlah pejabat perusahaan telah memberikan gambaran umum yang menarik bagi konsumen yang menantikan teknologi mobilitas masa depan.

Direktur Sales Center PT Sokonindo Automobile, Cing Hok Rifin, mengonfirmasi pada Selasa, 10 Maret 2026, bahwa peluncuran model baru akan dilakukan pada paruh kedua tahun ini. “Kami berencana untuk meluncurkan kendaraan itu di semester kedua tahun ini. Hanya, saya belum bisa memberikan kutipan terkait kendaraan NEV. Nanti, teman‑teman media yang pertama mengetahui kendaraan itu,” ujar Rifin dalam sebuah konferensi pers singkat di Jakarta. Pernyataan tersebut diperkuat oleh CEO PT Sokonindo Automobile, Alexander Barus, yang menambahkan, “Ini kan masih tertutup ya kalau lihat dari gambarnya, jadi ya kita tutup dulu saja. Nanti kalau sudah waktunya teman‑teman media yang pertama kali kita undang untuk melihat lebih dekat.”

Sementara detail teknis masih dirahasiakan, DFSK menegaskan bahwa kendaraan baru akan menjadi “kejutan bagi konsumen Indonesia yang mencari teknologi mobilitas terbaru”. Menurut Barus, model baru ini akan memperluas lini produk NEV DFSK, melengkapi portofolio yang sudah mencakup Aito M9, sebuah SUV mewah berkolaborasi dengan Huawei yang mampu menempuh jarak hingga 1.239 km dalam mode Extended Range Electric Vehicle (EREV).

Aito M9 sendiri menampilkan dimensi panjang 5.230 mm dan sumbu roda 3.110 mm, interior berbalut kulit Nappa, serta tiga layar besar termasuk layar penumpang 16 inci. Kendaraan ini mengusung kecerdasan buatan (AI) dan teknologi Zero Gravity Seat, menjadikannya contoh konkret kemampuan DFSK dalam menggabungkan kemewahan dan inovasi listrik.

Di luar segmen SUV premium, DFSK juga memperkenalkan varian komersial fleksibel yang disebut DFSK Super Cab. Kendaraan niaga ringan ini dirancang untuk mendukung berbagai usaha, mulai dari food truck, shuttle bus, hingga kendaraan operasional khusus seperti mobil kas keliling atau portable cold storage. Super Cab dilengkapi mesin 1.500 cc berdaya 102 PS, kapasitas angkut 1,2 ton, dan dimensi bak 2.470 mm x 1.670 mm x 240 mm. Harga OTR di Jakarta ditetapkan sekitar Rp158,5 juta, dengan dua pilihan warna.

Super Cab menjadi contoh konkret strategi DFSK untuk tidak hanya mengincar pasar penumpang pribadi, tetapi juga menggarap segmen kendaraan komersial yang tengah berkembang di Indonesia. “DFSK melihat kendaraan bukan hanya sebagai alat transportasi, tetapi sebagai bagian dari solusi mobilitas yang dapat mendukung berbagai aktivitas masyarakat,” kata Rifin pada acara Media Iftar Gathering 10 Maret 2026.

Berita bocoran ini pertama kali dipublikasikan oleh Suara.com dan kemudian diikuti oleh liputan media lain. Meskipun nama model belum terungkap, ekspektasi pasar mengarah pada kendaraan listrik berkelanjutan dengan jarak tempuh yang kompetitif, fitur infotainment canggih, serta kemungkinan integrasi teknologi AI yang telah dipamerkan pada Aito M9.

Jika dilihat dari pola peluncuran sebelumnya, DFSK kemungkinan akan menghadirkan varian berbasis baterai lithium‑ion dengan kapasitas menengah, menargetkan segmen keluarga dan profesional muda. Harga yang kompetitif, dukungan infrastruktur pengisian daya, serta program subsidi pemerintah Indonesia untuk kendaraan listrik dapat menjadi faktor penunjang keberhasilan model baru ini.

Secara keseluruhan, langkah DFSK meluncurkan NEV baru dan menguatkan lini Super Cab menunjukkan strategi diversifikasi produk yang responsif terhadap tren elektrifikasi serta kebutuhan mobilitas bisnis di tanah air. Pengumuman resmi dijadwalkan akan datang pada pertengahan tahun 2026, menjanjikan demo publik dan test drive bagi media serta konsumen terpilih.

Dengan semakin ketatnya regulasi emisi dan dorongan pemerintah untuk mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil, kehadiran model NEV baru dari DFSK dapat menjadi katalisator penting dalam percepatan adopsi mobil listrik di Indonesia.