Media Kampung – 29 Maret 2026 | Argentina mengamankan kemenangan 2-1 melawan Mauritania dalam laga persahabatan di Buenos Aires pada Sabtu pagi.

Gol-gol datang cepat lewat Enzo Fernandez pada menit ke‑17 dan Nico Paz pada menit ke‑32, sementara Jordan Lefort menyamakan kedudukan untuk Mauritania pada waktu tambahan.

Meski meraih tiga poin, pelatih Lionel Scaloni menyatakan kekecewaan, menilai penampilan tim tidak memuaskan dan memerlukan perbaikan.

Scaloni menyoroti jumlah tembakan, dengan Argentina mencatat tujuh percobaan dan empat tepat sasaran, berbanding Mauritania sebelas tembakan dengan empat tepat sasaran.

Ia menekankan statistik tersebut menunjukkan tidak ada lawan yang mudah, dan skuad harus meningkatkan intensitas untuk bersaing dengan tim kuat.

Pertandingan ini menjadi pertemuan pertama kedua tim di level senior, meskipun sebelumnya pernah bertemu tiga kali pada kategori U‑20.

Masalah cedera turut mengkhawatirkan, karena penyerang berusia 23 tahun, Joaquin Panichelli, mengalami cedera lutut saat latihan sebelum laga, menghalangi partisipasinya di Piala Dunia 2026.

Bek Juan Foyth juga masih absen akibat robekan Achilles yang terjadi pada Januari saat bermain untuk Villarreal.

Penjaga gawang Emiliano Martinez mengkritik keras hasil kemenangan, menyebutnya hambar karena lawan jauh di bawah kualitas Argentina.

Martinez memperingatkan bahwa tim berisiko kalah melawan tim seperti Spanyol jika menampilkan performa serupa, menekankan perlunya semangat dan intensitas lebih.

Pelatih Mauritania, Aritz Lopez Garai, memuji Lionel Messi dalam wawancara pasca pertandingan, berharap sang kapten tidak pernah pensiun dan kembali membawa piala dunia.

Garai mengingat momen singkat berpelukan dengan Messi di lapangan, lalu menyampaikan harapannya agar bintang Argentina dapat memimpin timnya meraih gelar lagi.

Messi tidak memulai pertandingan, tetap berada di bangku cadangan sementara pelatih menguji alternatif pemain menjelang Piala Dunia 2026.

Argentina dijadwalkan menghadapi Zambia pada 1 April dalam laga persahabatan lain, yang akan membantu menentukan skuad final untuk turnamen mendatang.

Kemenangan tipis ini menjaga Argentina tetap tak terkalahkan dalam jendela internasional kini dan mempertahankan momentum setelah menjadi juara dunia 2022.

Scaloni menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa tim harus bekerja lebih keras, memperbaiki kohesi taktis, dan mengembalikan kepercayaan diri yang menjadi ciri sukses mereka.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.