Media Kampung – 26 Maret 2026 | Giuliano Simeone, gelandang muda Atlético de Madrid, menegaskan bahwa ia tidak akan pernah mengenakan jersey Boca Juniors atau Real Madrid dalam kariernya.

Dalam wawancara santai dengan Pollo Álvarez, ia menyamakan penolakan itu dengan menolak bermain untuk klub rival bersejarah seperti Real Madrid.

Penegasan tersebut menegaskan kecenderungan loyalitas keluarga Simeone yang kuat terhadap River Plate, klub yang selalu menjadi pilihan utama mereka.

Ayahnya, Diego Simeone, pernah melatih River pada 2007‑2008 dan meraih gelar Clausura 2008 sebelum mengalami penurunan performa.

Saudara sulungnya, Giovanni Simeone, pernah menghabiskan fase awal kariernya di River, menambah ikatan emosional keluarga dengan klub tersebut.

Giuliano menambahkan, “Jika Román memanggil saya? Tidak ada kesempatan sama sekali,” menunjukkan keengganannya untuk bergabung dengan Boca.

Dia menegaskan kembali komitmennya kepada River, menolak spekulasi media yang menempatkan namanya dalam daftar pemain potensial untuk klub itu.

Sementara itu, keputusan wasit dalam pertandingan Serie A antara Fiorentina dan inter milan kembali menjadi topik perbincangan.

Italian Referees Association (AIA) menyatakan bahwa tidak ada penalti yang seharusnya diberikan atas dugaan handball Marin Pongracic di menit kesembilan.

Pongracic berusaha memindahkan bola dengan tumitnya, namun kontak dengan lengan terjadi secara alami menurut pernyataan resmi.

Mauro Tonolini, perwakilan AIA, menegaskan bahwa keputusan tersebut diambil dengan penilaian yang tepat dari sudut pandang wasit di lapangan.

Inter Milan menanggapi keputusan tersebut dengan mengkritik pandangan publik yang menganggapnya sebagai pelanggaran penalti.

Presiden Inter, Beppe Marotta, mengungkapkan keprihatinannya terhadap apa yang ia sebut sebagai “keserakahan pundit” yang menuduh adanya pelanggaran.

Namun, Tonolini menolak klaim tersebut, menyoroti bahwa gerakan lengan Pongracic berada dalam posisi alami saat bola memantul.

Keputusan ini bertepatan dengan penegasan AIA bahwa keputusan serupa di akhir pekan sebelumnya, termasuk penalti untuk Juventus, juga tepat.

Di sisi lain, spekulasi transfer Bundesliga muncul seputar Niko Kovač dan Borussia Dortmund.

Menurut laporan, Dortmund tengah menargetkan pengganti Julian Brandt, yang diperkirakan akan meninggalkan klub pada akhir musim.

Kovač, yang dikenal sebagai penggemar berat gaya bermain ofensif, diyakini menjadi faktor utama dalam pencarian pemain pengganti.

Target potensial termasuk pemain sayap muda yang telah menunjukkan performa impresif di liga domestik Jerman.

Berita ini menambah dinamika pasar transfer musim panas, di mana klub-klub top Eropa bersaing untuk mengamankan talenta berkualitas.

Pengamat menilai bahwa kehadiran pemain baru akan memperkuat kedalaman skuad Dortmund, khususnya setelah kepergian Brandt.

Di tengah spekulasi tersebut, Diego Simeone kembali mendapatkan sorotan positif setelah memuji kedatangan Eduardo Coudet sebagai pelatih River.

Coudet diharapkan membawa inovasi taktik yang akan menambah dimensi baru pada gaya permainan tim.

Komitmen keluarga Simeone terhadap River tampak semakin kuat, dengan Giuliano menegaskan tidak akan ada perubahan arah karier yang melibatkan klub rival.

Secara keseluruhan, sepak bola Eropa dan Amerika Selatan terus menawarkan narasi menarik, mulai dari loyalitas keluarga hingga keputusan wasit dan rencana transfer strategis.

Penggemar di seluruh dunia menantikan perkembangan selanjutnya, baik di level klub maupun internasional.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.