Media Kampung – 25 Maret 2026 | Mohamed Salah dan Liverpool menandatangani kesepakatan resmi untuk mengakhiri hubungan pemain asal Mesir itu pada akhir musim 2025/2026, satu tahun lebih awal dari kontrak yang seharusnya berakhir pada 2027.
Klub menegaskan bahwa meski kontrak dipersingkat, Salah tetap diminta memberi fokus penuh pada target sisa kompetisi, yaitu finis empat besar Liga Premier, serta mengejar trofi Liga Champions dan Piala FA.
Sepanjang kariernya sejak bergabung pada musim 2017, Salah membantu Liverpool meraih delapan trofi, termasuk dua gelar Liga Inggris dan satu Liga Champions.
Dia menempati posisi ketiga dalam daftar pencetak gol terbanyak klub dengan 255 gol dari 435 penampilan, berada di belakang Ian Rush (346) dan Roger Hunt (285).
Musim terakhirnya menampilkan penurunan tajam, hanya mencetak sepuluh gol dan memberikan sembilan assist dalam 34 pertandingan, dengan lima gol di liga.
Penurunan performa tersebut bersamaan dengan ketegangan internal, terutama hubungan yang memanas dengan manajer Belanda Arne Slot sejak Agustus 2025.
Slot sempat menyingkirkan Salah dari susunan utama pada beberapa pertandingan, memicu kritik keras dari pemain yang merasa tidak dihargai setelah sembilan tahun berkontribusi bagi klub.
Tekanan dari suporter juga meningkat, dengan sebagian pendukung menuntut rotasi pemain muda seperti Rio Ngumoha untuk menggantikan posisi striker utama.
Di luar lapangan, tawaran finansial signifikan datang dari klub Liga Arab Saudi Al‑Ittihad, namun Liverpool menolak proposal sebesar 150 juta pound pada 2023.
Salah rela mengorbankan gaji akhir kontraknya, yaitu sekitar 400 ribu pound per minggu, demi mempercepat perpisahan dan memberikan kesempatan pada klub untuk merencanakan masa depan.
Reaksi emosional mengalir setelah pengumuman, dengan kapten Andy Robertson, rekan setim Cody Gakpo, dan bek Ibrahima Konaté mengirimkan pesan penghormatan melalui media sosial.
Van Dijk, Steven Gerrard, serta beberapa pemain baru seperti Alexander Isak dan Florian Wirtz turut menandai postingan dengan emoji hati merah sebagai tanda dukungan.
Agen Salah, Ramy Abbas Issa, menegaskan bahwa hingga kini belum ada keputusan akhir mengenai klub tujuan selanjutnya, meski spekulasi terus beredar.
Kepergian Salah menutup era hampir satu dekade di Anfield, meninggalkan warisan gol, assist, dan kepemimpinan yang menjadi bagian integral dari identitas Liverpool modern.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan