Media Kampung – 25 Maret 2026 | Derby Rhein pada Sabtu malam berakhir imbang 3-3 setelah kedua tim menukar gol secara bergantian, menambah ketegangan klasemen Bundesliga tengah musim. Namun sorotan utama kini beralih ke tuduhan kekerasan polisi yang menimpa suporter Borussia Mönchengladbach di stasiun S-Bahn Merzenich setelah peluit akhir.

Pertandingan dimulai dengan serangan cepat Köln yang mencetak dua gol pada babak pertama, sementara Mönchengladbach menyamakan kedudukan menjelang jeda. Babak kedua menyaksikan gol tambahan masing-masing, menutup pertandingan dengan total enam gol tanpa pemenang jelas.

Setelah peluit akhir, suporter tamu berkumpul di stasiun Merzenich untuk kembali ke kota asal mereka, namun menurut Fanhilfe Mönchengladbach, unit penegak hukum (BFE) melakukan penertiban yang berujung pada tindakan brutal. Video yang dipublikasikan oleh akun Instagram kelompok pendukung menunjukkan petugas bersenjata tongkat pemukul, meriam asap, dan semprotan merica.

Perwakilan Fanhilfe menyatakan, “Tanpa alasan yang jelas, petugas menampar, menendang, dan mendorong para suporter ke tangga naik ke peron, membuat beberapa di antaranya terjatuh ke rel kereta.” Ia menambahkan bahwa situasi menyerupai kepanikan massa, meningkatkan risiko cedera serius.

Pihak kepolisian Köln menolak memberikan komentar detail dan hanya merujuk pada laporan resmi yang tidak mencantumkan insiden di Merzenich. Seorang juru bicara menegaskan bahwa prosedur penurunan penumpang di stasiun Weiden dan rute lewat Ehrenfeld berlangsung lancar, tanpa catatan khusus.

Saksi mata di lokasi melaporkan penggunaan tongkat pemukul, semprotan merica, serta tendangan yang membuat sejumlah suporter terjatuh di rel. Beberapa korban dilaporkan berusaha melarikan diri ke rel demi menghindari tekanan kepadatan, menimbulkan potensi bahaya terseret kereta yang akan datang.

Rekaman Instagram menampilkan petugas dalam seragam lengkap, mengusir suporter dengan gerakan keras sambil mengeluarkan perintah singkat. Video tersebut menyoroti tindakan fisik yang dianggap berlebihan dan memicu keributan di antara para pendukung.

Klub 1. FC Köln menyatakan keprihatinan atas laporan tersebut dan menunggu hasil penyelidikan independen, sementara Borussia Mönchengladbach menuntut transparansi penuh dan pertanggungjawaban petugas. Kedua klub sepakat bahwa keamanan suporter harus menjadi prioritas utama dalam setiap pertandingan.

Di sisi lain, jaringan transportasi umum di NRW tengah dilanda aksi mogok kerja yang dipicu oleh serikat Verdi, menyebabkan penurunan layanan kereta dan bus pada hari pertandingan. Penurunan frekuensi kereta membuat sejumlah penumpang, termasuk suporter, harus menunggu lebih lama di stasiun yang sudah padat.

Serikat pekerja transportasi menegaskan bahwa aksi mogok dimaksudkan untuk menekan pemerintah dalam negosiasi jam kerja dan upah, namun dampaknya terasa pada penumpang dan penyelenggaraan acara publik seperti derby ini. Pengurangan armada memperparah kepadatan di titik masuk dan keluar stadion.

Pemerintah kota Köln berjanji akan meninjau prosedur penegakan hukum di area transportasi umum, sekaligus mengkoordinasikan dengan kepolisian untuk mencegah insiden serupa di masa mendatang. Sementara itu, pihak kepolisian dijadwalkan mengirimkan laporan lengkap mengenai intervensi di Merzenich.

Kasus ini menambah beban pada hubungan antara klub, aparat keamanan, dan otoritas transportasi, menuntut penyelesaian yang cepat agar derby berikutnya dapat berlangsung tanpa gangguan. Semua pihak menanti hasil penyelidikan untuk memastikan keadilan dan keamanan bagi para pendukung sepak bola.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.