Media Kampung – 25 Maret 2026 | Martin Baturina menambah deretan nama muda berbakat yang mengukir jejak di Serie A setelah berkontribusi dalam kemenangan telak Como 5-0 atas Pisa pada 22 Maret 2026. Gol ketiga tim, yang datang dari assist Máximo Perrone, menegaskan peran kreatif Baturina dalam serangan tim.

Serangan cepat di menit ke-45 membuka peluang bagi Baturina, yang menerima umpan tajam dari Perrone dan menempatkan bola tepat di sudut gawang. Gol tersebut menambah tekanan pada pertahanan Pisa yang tampak kewalahan sejak awal.

Selain gol, Baturina juga terlibat dalam rangkaian serangan awal yang menghasilkan gol pertama melalui Assane Diao. Kombinasi permainan kolektif ini menegaskan strategi ofensif yang diterapkan oleh pelatih Cesc Fábregas.

Fábregas, mantan bintang Spanyol yang kini memimpin Como, menegaskan pentingnya kontribusi pemain muda dalam meraih tiga poin tambahan. Ia menyebut kemenangan ini sebagai bukti kedalaman skuad yang dapat bersaing di zona kualifikasi Liga Champions.

Dengan hasil tersebut, Como mengumpulkan 57 poin dan menancapkan diri di urutan keempat klasemen, hanya tiga poin di atas Juventus dan selisih enam poin dari pemimpin Inter Milan. Posisi ini menandai pencapaian historis bagi klub yang baru kembali ke Serie A pada 2022.

Keberhasilan Como tidak lepas dari performa konsisten para pemain Argentina, Nico Paz dan Máximo Perrone, yang masing-masing memberikan kontribusi penting dalam serangan. Kedua pemain tersebut menambah dimensi serba bisa pada lini depan tim.

Pisa, yang berada di dasar klasemen dengan 18 poin, kini semakin terancam kembali turun ke Serie B. Kekalahan telak ini menambah tekanan pada manajemen klub untuk memperbaiki taktik defensif.

Di samping pertandingan Como, Inter Milan harus menerima hasil imbang 1-1 melawan Fiorentina, yang menurunkan selisih mereka menjadi enam poin di puncak klasemen. Hasil ini memberi ruang bagi Como untuk mengejar ketertinggalan jika mereka terus konsisten.

Inter dipimpin oleh asisten pelatih Aleksandar Kolarov yang mengakui kurangnya agresivitas dalam permainan tim pada laga tersebut. Namun, mereka masih mengandalkan performa pemain muda seperti Pio Esposito yang mencetak gol pertama bagi Inter.

Statistik menunjukkan bahwa Como telah mencatat lima kemenangan beruntun di Serie A, sebuah rekor yang belum pernah dicapai sejak klub ini naik ke divisi tertinggi. Rangkaian kemenangan ini memperkuat harapan mereka untuk debut pertama di kompetisi Eropa.

Kehadiran pemilik klub, keluarga Hartono dari Indonesia, turut menjadi sorotan. Kedua bersaudara, Michael dan Robert Hartono, membeli Como pada 2019 dan berkomitmen mengembangkan klub hingga mencapai level internasional.

Dengan dukungan finansial dan strategi jangka panjang, Como berambisi menembus babak grup Liga Champions pada musim mendatang. Baturina, yang berusia 20 tahun, menjadi simbol generasi baru yang dapat mengangkat klub ke panggung Eropa.

Secara keseluruhan, performa Baturina dan rekan-rekannya menegaskan bahwa Serie A kini semakin kompetitif, dengan klub-klub tradisional harus berhadapan dengan tim-tim ambisius seperti Como. Musim ini menjanjikan persaingan sengit hingga akhir pekan terakhir.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.