Media Kampung – 23 Maret 2026 | Liverpool mengalami kekalahan 2-1 di Brighton pada Sabtu, menandai kegagalan ke-10 mereka di Premier League musim ini dan menurunkan peluang finis empat besar.
Tim asuh Arne Slot tampak tak mampu menanggulangi tekanan, terutama setelah pertandingan Champions League melawan Galatasaray yang diwarnai kemenangan 4-0.
Kekalahan itu memunculkan kritik tajam dari mantan striker Newcastle, Alan Shearer, yang menyebut Liverpool sebagai “sebuah kekacauan”.
Shearer menilai Liverpool kalah secara fisik dan tak memiliki lebar permainan, menyoroti ketidakmampuan pemain tengah seperti Florian Wirtz untuk menemukan opsi di sisi kanan atau kiri.
Dia juga menyoroti kegagalan pasangan bek tengah Virgil van Dijk dan Ibrahima Konaté, yang dianggap mudah ditekan oleh penyerang lawan.
Selain itu, ketidakkonsistenan posisi kanan belakang menambah kebingungan, dengan tiga pilihan yang berbeda dalam satu pertandingan.
Dalam situasi tersebut, cedera Hugo Ekitike pada menit awal menjadi faktor penambah masalah ritme tim.
Salah, yang absen karena cedera, tidak dapat membantu mempertahankan bola dalam serangan, menambah beban pada pemain lain.
Analisis taktik BBC menilai Slot mencoba menerapkan sistem lebar melalui bek sayap, namun gagal menggantikan peran sayap tradisional.
Formasi 4-3-1-2 yang digunakan menimbulkan ruang kosong di sisi lapangan, memudahkan Brighton mengeksekusi umpan silang yang menjadi dua gol mereka.
Midfielder Ryan Gravenberch sering terjebak di posisi dalam, sehingga tidak dapat membantu menutup ruang di sayap.
Tekanan Liverpool pada lini tengah juga terhambat oleh jarak yang terlalu jauh antara pemain yang harus menutup area lawan.
Setelah pertandingan, Slot mengakui kedua gol kebobolan berasal dari umpan silang yang seharusnya dapat diantisipasi.
Ketegangan di dalam kampus menimbulkan spekulasi tentang kemungkinan kembalinya Jurgen Klopp ke Liverpool.
Klopp, yang pernah memimpin klub meraih gelar Liga Premier dan Champions League, menyatakan bahwa ia akan mempertimbangkan kembali bila klub menawarkan proyek yang berfokus pada sepakbola.
Klopp pernah menyebut dirinya “romantis sepakbola” dan menegaskan ketertarikannya pada klub dengan sejarah dan nilai-nilai yang kuat.
Jika Klopp kembali, para pendukung berharap ia dapat memperbaiki struktur defensif serta mengembalikan identitas menyerang yang dulu membuat Liverpool menakutkan.
Untuk sementara, Liverpool harus mengatasi masalah cedera pemain kunci seperti Alisson dan menunggu kepastian pemulangan Mohamed Salah.
Dengan jadwal yang padat, manajer Slot dituntut menemukan solusi taktis yang mengoptimalkan sumber daya yang tersedia.
Persaingan di papan atas semakin sengit, dan kegagalan memperbaiki performa dapat membuat Liverpool terperangkap di zona menengah klasemen.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan