Media Kampung – 22 Maret 2026 | Zion Suzuki, kiper asal Jepang yang bergabung dengan Parma pada 2024, kembali menjadi sorotan setelah penampilan solidnya dalam laga melawan Cremonese pada 21 Maret 2026.
Parma berhasil menahan serangan Cremonese berkat aksi penyelamatan kritis Suzuki, meski timnya harus menelan kekalahan 0-2.
Gol pertama Cremonese datang lewat serangan cepat Jari Vandeputte yang memanfaatkan kesalahan penempatan Suzuki di tiang dekat.
Namun, Suzuki kembali bangkit dengan menepis beberapa tembakan berbahaya, termasuk tendangan keras Youssef Maleh yang hampir menyamakan kedudukan.
Keberhasilan Cremonese menambah tekanan pada zona degradasi, sementara Parma kini berusaha mengamankan poin penting demi menghindari zona terendah.
Penampilan Suzuki mendapat pujian dari pelatih Marco Giampaolo yang menilai kiper tersebut menunjukkan konsistensi dan ketenangan di bawah mistar.
Giapaolo, yang baru saja memulai debutnya dengan Cremonese, mengubah taktik menjadi 4-4-2 untuk menahan serangan lawan, namun tetap mengandalkan kepercayaan pada kiper lawan seperti Suzuki.
Di sisi lain, kisah Suzuki juga menambah narasi Jepang di kompetisi Italia, sejalan dengan tren pemain Jepang yang menancapkan karier di Eropa.
Sejak 2017, klub Belgia Saint-Trond dipimpin oleh investor Jepang DMM.com dan menampung delapan pemain Jepang dalam skuad 26 orang, termasuk Suzuki yang pernah berlatih bersama mereka sebelum pindah ke Parma.
Pengalaman Suzuki di Saint-Trond, meski singkat, memberinya adaptasi awal terhadap gaya bermain Eropa yang kini terbukti berguna di Serie A.
Pengaruh Jepang di Saint-Trond tidak hanya terbatas pada pemain; staf teknis dan manajemen juga didominasi oleh tokoh Jepang, menciptakan lingkungan lintas budaya yang mendukung perkembangan pemain muda.
Dalam wawancara singkat, direktur klub Saint-Trond, Tateishi, menekankan pentingnya memberi jalur jelas bagi pemain Jepang untuk menembus liga top Eropa.
Kehadiran Suzuki di Parma juga dipandang sebagai langkah strategis klub untuk memperkuat lini belakang dengan pengalaman internasional.
Statistik menunjukkan Suzuki telah mencatatkan rata-rata penyelamatan per pertandingan di atas 3,5 sejak bergabung dengan Parma.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa kinerja Suzuki dapat menjadi faktor penentu bagi Parma dalam perburuan poin di sisa musim.
Sementara itu, Cremonese yang dipimpin Giampaolo berjuang keras menghindari degradasi, mengandalkan pemain seperti Youssef Maleh yang mencetak gol pertamanya sejak 2021.
Hasil 0-2 tersebut menempatkan Cremonese di posisi ketiga dari bawah, menambah intensitas persaingan relegasi menjelang akhir musim.
Para pendukung kedua tim menantikan laga berikutnya, dengan harapan bahwa kiper seperti Suzuki dapat kembali mengamankan gawangnya.
Dengan sisa pertandingan yang terbatas, setiap poin menjadi krusial bagi Parma dan Cremonese dalam upaya mengamankan tempat di Serie A.
Penampilan konsisten Zion Suzuki menegaskan peran penting pemain Jepang dalam kompetisi top Eropa, sekaligus menambah nilai jual bagi klub-klub yang mencari talenta internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan