Media Kampung – 21 Maret 2026 | Mark Robins, manajer Stoke City, secara terbuka menyatakan bahwa para pemain mengecewakan 3.000 pendukung yang melakukan perjalanan setelah kekalahan 3-1 melawan Preston North End di Deepdale.

Pertandingan dimulai positif bagi Stoke ketika Sorba Thomas mencetak gol pada menit keempat, memberi Potters keunggulan awal.

Namun, Stoke gagal mempertahankan tekanan, memungkinkan Preston menyamakan kedudukan dan akhirnya menguasai permainan.

Robins mengatakan kepada BBC Radio Stoke bahwa tim tidak memulai dengan baik, menyebutkan kekeliruan yang tak dapat dijelaskan serta kurangnya duel yang dimenangkan pada babak pertama.

Ia menambahkan bahwa terlalu banyak pemain mengalami hari buruk, dan performa kolektif jauh di bawah standar yang diharapkan klub dan pendukungnya.

Kekalahan ini menandai kemenangan pertama Preston dalam delapan pertandingan Championship, sebuah perubahan yang menyoroti kelemahan pertahanan Stoke.

Rating pemain yang dipublikasikan oleh MSN mencerminkan pertahanan yang “tidak memadai”, dengan beberapa bek Stoke menerima skor rendah karena gagal menghentikan serangan Preston.

Setelah pertandingan, pemain Stoke mengenakan lencana hitam untuk menghormati ingatan Ollie Royles yang masih muda, sebuah isyarat yang menambah beban emosional pada situasi.

Podcast klub “A Cold Wet Tuesday Night” membahas isu lain yang mendesak: masalah kebugaran berkelanjutan forward Sam Gallagher.

Mantan direktur akademi Gareth Owen dan analis Matt Sandoz menjelaskan bahwa Gallagher memiliki kemampuan setara Premier League, tetapi kekurangan ketahanan fisik membatasi ketersediaannya.

Mereka menyarankan bahwa “pil yang ajaib” untuk menjaga kebugarannya selama lebih dari tiga puluh pertandingan dalam satu musim akan membuka potensi penuh sebagai pencetak gol utama.

Gallagher baru-baru ini kembali dari cedera dan mencetak gol dalam kemenangan 3-1 melawan Watford, namun kebugarannya yang tidak konsisten tetap menjadi perhatian bagi Robins menjelang berjalannya musim.

Robins menegaskan kembali bahwa kurangnya pressing dan kegagalan memanfaatkan peluang awal tidak dapat diterima, menekankan bahwa performa semacam itu tidak mencerminkan identitas Stoke.

Ia memperingatkan bahwa performa yang terus‑menerus di bawah standar dapat mengancam ambisi klub untuk bersaing dalam perebutan promosi di Championship.

Kekalahan tersebut juga memicu kritik dari suporter, banyak di antaranya mengungkapkan kekecewaan di media sosial, mempertanyakan kedalaman skuad dan disiplin taktis.

Ke depan, Robins menunjukkan bahwa staf pelatih akan meningkatkan latihan pada organisasi pertahanan dan ketahanan fisik untuk menghindari kemunduran serupa.

Gabungan antara kekalahan yang mematahkan semangat, kelemahan defensif, dan masalah kebugaran pemain kunci menempatkan Stoke City pada titik persimpangan dalam kampanye mereka.

Meski begitu, manajer tetap yakin bahwa dengan kebugaran yang lebih baik dan fokus yang tajam, Potters dapat bangkit kembali dan mengembalikan kepercayaan di antara basis pendukung setia.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.