Media Kampung – 20 Maret 2026 | FC Porto mengamankan kemenangan 2-0 atas VfB Stuttgart pada laga balik delapan besar UEFA Europa League yang berlangsung di Estádio do Dragão, menutup perjalanan sang Schwaben di kompetisi tersebut.
Kemenangan ini menegaskan keberhasilan Portugis setelah mengalahkan VfB 1-2 di leg pertama di Stuttgart, sehingga total skor 3-0 membuat Stuttgart tersingkir.
Stuttgart memulai pertandingan dengan tekanan tinggi dan menguasai bola selama fase awal, namun peluang mereka belum terkonversi menjadi gol.
Kesempatan pertama yang signifikan datang ketika Deniz Undav menerima umpan silang dari Chris Führich, namun tendangan kakinya meleset tipis melewati tiang kiri.
Di menit ke-21, William Gomes memanfaatkan umpan pendek yang disiapkan William, menembus pertahanan Stuttgart dan mencetak gol pertama untuk Porto.
Gol tersebut muncul setelah Atakan Karazor gagal menepis umpan silang, memberi ruang bagi Gomes untuk menembus zona pertahanan lawan.
Porto terus menekan, sementara kiper Stuttgart, Alexander Nübel, berusaha menahan serangan, namun tidak mampu menghentikan serangan lanjutan.
Di babak kedua, Victor Froholdt menambah keunggulan Porto pada menit ke-72 dengan tembakan keras dari jarak 18 meter setelah menguasai bola di area pertahanan Stuttgart.
Froholdt, yang sebelumnya belum mencetak dalam kompetisi ini, menegaskan dominasi Porto dengan gol yang sulit dijangkau oleh kiper Nübel.
Stuttgart mencoba merespon melalui serangan balik, namun Diogo Costa, kiper Porto, memperlihatkan refleks luar biasa, termasuk penyelamatan menggunakan lengan atas yang menghalangi peluang berbahaya.
Statistik pertandingan menunjukkan Stuttgart menguasai lebih banyak penguasaan bola dan mencatat delapan tendangan sudut dibandingkan satu milik Porto.
Meski menguasai permainan, Stuttgart tidak mampu mengubah statistik menjadi gol yang berarti.
Pada menit ke-76, Nikolas Nartey menerima kartu kuning kedua, lalu pada menit ke-77 ia juga menerima kartu merah kedua setelah melakukan pelanggaran keras, sehingga dikeluarkan dari lapangan.
Pengusiran Nartey mengurangi opsi pertahanan Stuttgart di menit-akhir pertandingan.
Pelatih Stuttgart, Sebastian Hoeneß, sebelum pertandingan menekankan pentingnya bermain dengan kebersihan, kecerdasan, dan emosi, namun taktiknya tidak menghasilkan hasil yang diharapkan.
Deniz Undav, penyerang Stuttgart, menyatakan tekad timnya untuk mencetak dua gol di leg kedua, namun usahanya berakhir sia-sia.
“Kami ingin membalikkan keadaan, tapi Porto bermain sangat terorganisir,” ujar Undav setelah laga berakhir.
Penayangan pertandingan dapat disaksikan secara gratis di televisi bebas RTL, serta disiarkan secara bersamaan di saluran NITRO.
Bagi penonton yang lebih memilih streaming, layanan RTL+ menyediakan siaran langsung, meski memerlukan berlangganan berbayar.
Keberhasilan Porto memperkuat posisi mereka di babak perempat final, sementara Stuttgart harus menelan kekecewaan pertama sejak kembali ke fase delapan besar.
Kegagalan Stuttgart menutup satu musim berharga, mengingat ini merupakan penampilan pertama mereka di delapan besar Europa League dalam 13 tahun terakhir.
Tim Stuttgart kini akan fokus pada kompetisi domestik, termasuk Bundesliga, untuk memperbaiki performa setelah kekalahan ini.
Porto, di sisi lain, menatap babak selanjutnya dengan kepercayaan diri tinggi, mengandalkan kombinasi serangan cepat dan pertahanan solid.
Keputusan wasit selama pertandingan dinilai adil, tidak ada kontroversi signifikan yang memengaruhi hasil akhir.
Dengan hasil ini, Porto menambah pengalaman mereka di kompetisi Eropa, sementara Stuttgart harus menilai kembali strategi mereka di ajang internasional.
Para analis menilai bahwa ketidakmampuan Stuttgart memanfaatkan peluang menjadi faktor utama kegagalan mereka.
Porto menunjukkan efektivitas dalam menyelesaikan peluang, terutama lewat gol dari Gomes dan Froholdt yang dihasilkan dari serangan terorganisir.
Berita ini menandai akhir perjalanan Stuttgart di Europa League 2025/2026, meninggalkan harapan untuk bangkit kembali di kompetisi domestik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan