Media Kampung – 19 Maret 2026 | Mateo Retegui, penyerang berusia 26 tahun dengan latar belakang Italia-Argentina, menjadi fokus spekulasi transfer saat AC Milan menilai kemungkinan mendatangkannya meski dengan tuntutan gaji yang tinggi.

Striker kelahiran Argentina ini menghabiskan sebagian besar kariernya di Italia dan kini bermain untuk Al‑Qadisiyya di Saudi Pro League setelah transfer senilai €68,5 juta dari Atalanta musim lalu.

Pada musim Serie A 2024‑25 ia meraih gelar pencetak gol terbanyak dengan 25 gol dalam 36 pertandingan, sebuah prestasi yang meningkatkan nilai pasarannya.

Setelah pindah ke Arab Saudi, Retegui mencetak 15 gol dalam 25 laga liga, menegaskan konsistensinya di dua benua.

Direktur olahraga Milan, Igli Tare, bertemu dengan agen striker Alessandro Moggi dalam sebuah jamuan makan malam minggu lalu, menurut laporan Tuttosport.

Pertemuan tersebut belum menghasilkan kesepakatan langsung, namun nama Retegui masuk dalam daftar pendek calon nomor 9 untuk musim depan.

AC Milan masih berjuang menemukan penyerang tengah yang dapat diandalkan, mengingat beberapa rekrutmen terakhir seperti Morata, Gimenez, dan Fullkrug dinilai kurang sukses.

Klub juga memantau pilihan lain, termasuk Kean, Gabriel Jesus, serta kemungkinan kembalinya Lewandowski, tetapi Retegui tetap menjadi kandidat kuat.

Permasalahan utama terletak pada ekspektasi gaji; Al‑Qadisiyya dikabarkan membayar striker tersebut €20 juta bruto per tahun.

Kontraknya berlaku hingga 2029, dan pihak Saudi telah mengeluarkan biaya besar untuk mengamankannya, menjadikan pembelian langsung secara finansial menantang bagi Milan.

Meski ada kesenjangan biaya, sumber internal menyatakan Retegui terbuka untuk kembali ke Italia bila proyek olahraga klub sesuai dengan ambisinya.

Pemain tersebut mengungkapkan keinginannya untuk bermain di klub bersejarah, menambahkan “kembali ke tim top Eropa adalah impian saya”.

Sementara itu, Retegui telah kembali ke Florence menjelang laga kualifikasi Piala Dunia Italia melawan Irlandia Utara, menjalani latihan mandiri bersama pelatih kebugaran pribadi.

Kepulangan dini tersebut dipicu oleh penangguhan liga Saudi akibat ketegangan regional, memungkinkan ia menjaga kebugaran tanpa gangguan.

Ia memberi tahu pelatih Fiorentina Vincenzo Gattuso serta Federasi Sepak Bola Italia tentang relokasi sementara tersebut.

Retegui menyewa rumah di Florence dan mengikuti program latihan yang disesuaikan sambil menunggu panggilan tim nasional, yang diharapkan tiba pada hari Jumat.

Pelatih Italia Roberto Mancini diperkirakan akan mempertimbangkannya untuk pertandingan mendatang, di mana kemenangan penting untuk menjaga harapan Piala Dunia.

Jika terpilih, Retegui dapat menampilkan performa di panggung internasional, yang berpotensi meningkatkan posisinya dalam negosiasi transfer.

Milan harus menyeimbangkan keterbatasan anggaran dengan ambisi memperkuat serangan, dan kasus Retegui mencerminkan tekanan finansial yang dihadapi klub Serie A.

Strategi transfer klub kemungkinan akan diputuskan setelah konfirmasi kualifikasi Liga Champions, yang akan memengaruhi alokasi dana untuk penyerang.

Untuk saat ini, Retegui tetap berada di Florence, fokus pada persiapan pribadi dan menunggu keputusan tim nasional, sementara Milan melanjutkan pencarian nomor 9 yang produktif.

Situasi ini menegaskan tantangan klasik AC Milan: menemukan penyerang berdaya gol tinggi dengan biaya yang wajar untuk mengembalikan kejayaan.

Apapun hasilnya, performa Retegui musim ini dan penampilannya di ajang internasional akan menjadi faktor kunci dalam langkah karier selanjutnya.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.