Media Kampung – 01 April 2026 | John Herdman, pelatih baru Timnas Indonesia, tetap menegaskan kebanggaannya meski timnya menelan kekalahan 0-1 dari Bulgaria dalam final FIFA Series 2026 di GBK.

Laga berakhir lewat penalti Marin Petkov pada menit ke‑37 setelah pelanggaran di kotak penalti, namun Indonesia tampil lebih dominan sepanjang pertandingan.

Herdman menyoroti kolektivitas dan komitmen fisik tim, menyatakan bahwa performa Garuda lebih baik dibanding lawan yang berada di peringkat FIFA lebih tinggi.

Namun, ia mengakui kekurangan dalam penyelesaian akhir, menilai peluang gol yang terlewat menjadi faktor penentu hasil.

Di tengah pujian umum, perhatian khusus diarahkan pada pemain kelahiran Belanda‑Indonesia, Calvin Verdonk, yang dinilai sebagai sosok komplet oleh sang pelatih.

Verdonk, 28 tahun, yang berkarier di LOSC Lille, diposisikan bukan di bek kiri asalnya melainkan sebagai gelandang dan kadang penyerang, menunjukkan fleksibilitas taktis.

Pada laga melawan Saint Kitts and Nevis, ia berduet dengan Jordi Amat, sementara melawan Bulgaria ia bekerja sama dengan Joey Pelupessy, bahkan sempat menempati posisi gelandang tengah.

Herdman memuji kecepatan, kecerdasan taktik, stamina, serta kemampuan membaca ruang gerak Verdonk, menambahkan bahwa pemain tersebut mampu menciptakan peluang umpan.

“Penampilannya malam ini luar biasa, dia pemain yang komplet. Ia memiliki kecepatan, stamina, dan visi yang baik,” ujar Herdman dalam konferensi pers pasca laga.

Pengakuan tersebut menambah kepercayaan diri Verdonk, yang menjadi salah satu pilihan utama pelatih dalam dua pertandingan awal kepemimpinan Herdman.

Erick Thohir, ketua PSSI, juga menyatakan kebanggaan atas performa tim meski kalah, menekankan pentingnya pengalaman melawan tim Eropa seperti Bulgaria untuk meningkatkan standar permainan.

Thohir menambahkan bahwa transformasi gaya bermain yang dipimpin Herdman sudah terlihat, terutama dalam organisasi serangan dan disiplin pertahanan.

Sebelumnya, Herdman membuka debutnya dengan kemenangan 4-0 atas Saint Kitts and Nevis, menandai awal yang menjanjikan bagi proyek kebangkitan Tim Garuda.

Meski hasil akhir belum memuaskan, semua pihak sepakat bahwa proses pembelajaran dan adaptasi taktik akan menjadi fondasi bagi perkembangan jangka panjang.

Dengan dukungan penuh dari federasi dan sorotan pada pemain multitalenta seperti Verdonk, Timnas Indonesia berharap dapat memperbaiki penyelesaian akhir dan meraih hasil lebih baik pada kompetisi mendatang.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.