Media Kampung – 31 Maret 2026 | Dion Markx mengungkap rasa tidak nyaman atas intensitas latihan yang dijalankan tim Persib Bandung belakangan ini.
Tim menggelar sesi latihan yang mencakup kebugaran, taktik, dan teknis selama lebih dari tiga jam tiap hari.
Latihan tersebut melibatkan drill berulang dengan beban fisik tinggi yang harus diselesaikan pemain.
Markx menyatakan kelelahan luar biasa, bahkan menyamakan rasa latihan itu seperti ingin “membunuh” mereka.
“Kami merasa dipaksa menahan beban yang tak realistis,” ujar Markx singkat.
Pelatih Robert Rene Alberts menanggapi bahwa intensitas dirancang menyesuaikan target kompetisi.
Alberts menekankan program tersebut bertujuan meningkatkan stamina serta konsistensi tim di lapangan.
Beberapa rekan satu tim juga melaporkan kelelahan, terutama setelah pertandingan berturutan.
Tim medis Persib mengonfirmasi adanya peningkatan keluhan otot dan kelelahan pada pemain.
Dokter tim menambahkan beban latihan harus seimbang dengan waktu pemulihan yang memadai.
Markx menyoroti minimnya jeda istirahat di sela sesi latihan yang padat.
Ia menegaskan pentingnya rotasi pemain untuk mengurangi risiko cedera.
Persib kini menatap beberapa laga penting dalam beberapa minggu mendatang.
Jadwal tersebut meliputi pertemuan melawan rival kuat, menambah tekanan pada persiapan tim.
Pihak manajemen mengklaim terus memantau kondisi pemain lewat teknologi wearable.
Data menunjukkan rata-rata jarak tempuh harian pemain melebihi 10 kilometer.
Meskipun demikian, kritik tetap muncul dari supporter yang khawatir akan kesehatan pemain.
Pengamat sepakbola menilai program latihan terlalu agresif mengingat kalender kompetisi yang padat.
Klub dijadwalkan melakukan evaluasi program latihan menjelang libur internasional.
Kondisi latihan tetap menjadi fokus utama Persib, dengan harapan meningkatkan performa tanpa mengorbankan kebugaran pemain.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan