Media Kampung – 29 Maret 2026 | Timnas Portugal dan Meksiko berakhir imbang 0-0 pada laga persahabatan yang digelar di Stadion Azteca pada Minggu, 29 Maret 2026. Pertandingan menjadi bagian penting persiapan kedua tim menjelang Piala Dunia FIFA 2026.

Portugal tampil tanpa Cristiano Ronaldo yang absen karena cedera, namun tetap menurunkan skuad berisi Bruno Fernandes, João Félix, João Cancelo, Ruben Neves, serta Gonçalo Ramos. Portugal mengandalkan penguasaan bola yang tinggi dan kreativitas lini tengah untuk mengendalikan tempo permainan.

Meksiko menurunkan formasi 4-3-3 dengan Raul Rangel sebagai kiper utama. Tim tuan rumah mengandalkan transisi cepat dan serangan balik, namun pertahanan tetap disiplin menahan tekanan Portugis.

Statistik menunjukkan Portugal menguasai 67% penguasaan bola, melakukan 262 operan dengan akurasi 92 persen, sementara ekspektasi gol (xG) mereka berada di angka 0,60. Meksiko mencatat peluang terbatas namun berhasil menjaga gawang tetap bersih.

Bradley Guttierrez membuka peluang Meksiko pada menit tiga dengan tembakan jarak jauh yang diblokir oleh pertahanan Portugal. Upaya serupa kembali muncul pada menit ke-45 ketika Samu Costa menendang bola yang diselamatkan oleh Rangel.

Portugal menanggapi dengan serangan terorganisir; pada menit ke-13 João Félix meluncurkan bola ke sudut kiri atas gawang, namun tembakan meleset. Beberapa menit kemudian, Bruno Fernandes melepaskan roket yang melengkung melewati tiang kiri, namun tidak berhasil menembus jaring.

Di babak kedua, Portugal meningkatkan intensitas dengan substitusi Vitinha dan João Cancelo. Cancelo hampir mencetak gol pada menit ke-90 setelah menyundul umpan silang, namun bola melenceng tipis.

Meksiko menambah ancaman melalui Raul Jimenez yang berusaha menembus pertahanan, namun tembakan diselamatkan oleh Rui Silva. Israel Reyes sempat mengirimkan tembakan jarak jauh yang menekan kiper Portugal.

Kedua tim mencatat peluang berulang namun tidak mampu menembus zona pertahanan lawan. Pertahanan Portugal menahan serangan sayap Meksiko, sementara Rangel menegakkan sejumlah penyelamatan krusial.

Pelatih Portugal, Roberto Martinez, menilai penampilan tim sebagai indikasi kualitas penguasaan bola, namun menekankan perlunya peningkatan penyelesaian akhir. Ia menambahkan bahwa absennya Ronaldo menuntut kontribusi lebih dari pemain lain.

Pelatih Meksiko menekankan disiplin defensif sebagai kunci kebobolan nol, sambil berharap tim dapat meningkatkan efisiensi serangan di pertandingan berikutnya. Ia mengapresiasi penampilan Rangel yang menjadi penopang utama.

Laga berakhir tanpa gol meski Portugal mencatat peluang lebih banyak. Statistik mencatat bahwa Portugal memiliki 11 tembakan, dengan 4 tepat sasaran, sementara Meksiko hanya mencatat 5 tembakan, 2 tepat sasaran.

Setelah pertandingan, Portugal dijadwalkan bertemu dengan Luksemburg dalam kualifikasi Euro 2024 pada 27 Maret 2023, menambah kesempatan bagi skuad untuk menguji taktik baru. Sementara itu, Meksiko akan melanjutkan persiapan melawan tim lain menjelang fase grup Piala Dunia.

Kesempatan emas bagi Gonçalo Ramos pada menit ke-22 tidak berbuah, bola menabrak tiang gawang. Kejadian serupa menimpa João Félix pada menit ke-35, menegaskan masalah penyelesaian akhir Portugal.

Penguasaan bola Portugal yang dominan tercermin dalam total operan 262, lebih tinggi dibandingkan Meksiko yang hanya mencatat 180 operan. Akurasi operan Portugal mencapai 92 persen, menandakan kontrol permainan yang baik.

Di sisi lain, Meksiko menampilkan pertahanan kompak dengan blok berlapis, memaksa Portugal melakukan serangan berulang kali tanpa hasil. Kiper Rangel menyelamatkan tiga tembakan penting, termasuk satu dari João Cancelo.

Statistik menunjukkan bahwa Portugal mencatat 7 peluang berbahaya, sementara Meksiko hanya 3. Meskipun peluang lebih banyak, Portugal gagal mengkonversi menjadi gol.

Pertandingan berlangsung tenang tanpa insiden besar, wasit meniup peluit akhir pada menit 90+4. Kedua tim meninggalkan lapangan dengan catatan kebobolan nol.

Hasil imbang ini menegaskan bahwa Portugal memiliki kontrol permainan yang lebih baik, namun kurang efektif dalam penyelesaian. Sementara Meksiko berhasil menahan serangan lawan berkat pertahanan terorganisir.

Timnas Portugal dan Meksiko akan menilai hasil ini sebagai bahan evaluasi menjelang turnamen internasional besar yang akan datang, terutama Piala Dunia 2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.