Media Kampung – 27 Maret 2026 | NAC Breda mengajukan permohonan resmi kepada KNVB untuk meninjau kembali hasil pertandingan melawan Go Ahead Eagles setelah klub menilai bahwa bek kiri naturalisasi Indonesia, Dean James, tidak memiliki paspor Belanda yang sah.
KNVB menegaskan bahwa hasil pertandingan tetap berlaku, namun menuntut semua klub memverifikasi kepatuhan administrasi pemain non-Uni Eropa sebelum laga selanjutnya.
Kasus Dean James memicu serangkaian protes serupa, termasuk dari TOP Oss yang mempertanyakan status izin kerja Nathan Tjoe-A-On, bek kiri Willem II yang juga berpaspor Indonesia.
FC Emmen mengambil langkah pencegahan dengan menyingkirkan pemain berusia 20 tahun Tim Geypens hingga kepastian hukum tercapai.
Pieter Krop, pengacara migrasi tenaga kerja Eropa, menjelaskan bahwa seseorang yang mengubah kewarganegaraan secara sukarela dapat kehilangan status warga negara Belanda dan izin kerja yang menyertainya.
Dolf Segaar, pengacara olahraga, menambahkan bahwa Go Ahead Eagles kini wajib mengurus izin kerja Dean James dan memenuhi ambang gaji minimum 600.000 euro per tahun untuk pemain non-Uni Eropa.
Jika izin kerja tidak diajukan, pemain tersebut tidak memenuhi syarat bermain di Eredivisie menurut regulasi KNVB.
Nathan Tjoe-A-On menghadapi situasi serupa di Keuken Kampioen Divisie, dimana Willem II diminta menurunkan pemain yang belum memiliki dokumen lengkap.
Klub-klub lain, termasuk FC Emmen, menghindari risiko dengan menahan pemain yang statusnya masih dipertanyakan, mengingat konsekuensi finansial dan sanksi liga.
KNVB mengirimkan surat resmi kepada semua klub Eredivisie dan Keuken Kampioen Divisie, menginstruksikan verifikasi dokumen pemain sebelum pertandingan ke-28 Eredivisie dan ke-33 Keuken Kampioen Divisie.
Surat itu menegaskan bahwa pertandingan yang sudah dimainkan tidak akan dibatalkan, namun klub harus melaporkan setiap pelanggaran administratif secepatnya.
Timnas Indonesia tengah mempersiapkan skuad untuk FIFA Series 2026, namun ketidakpastian status pemain di luar negeri mengurangi pilihan teknis pelatih.
John Herdman, pelatih Timnas Indonesia, menyatakan bahwa pemilihan pemain akan tetap didasarkan pada kondisi fisik dan taktik, bukan hanya status administrasi.
Beberapa media melaporkan bahwa Dean James dicoret dari daftar 23 pemain Timnas Indonesia karena masalah kesehatan, bukan karena polemik paspor.
Namun, klub Go Ahead Eagles mengonfirmasi bahwa pemain tersebut memang sedang mengalami gangguan kesehatan yang menghalangi keikutsertaannya dalam pelatihan internasional.
Kondisi ini menambah kebingungan di kalangan penggemar, mengingat isu paspor masih menjadi topik hangat di media sosial.
Para ahli hukum sepak bola menilai kasus ini sebagai contoh kompleksitas regulasi pemain non-Uni Eropa di liga Eropa yang semakin ketat.
Jika pemain tidak dapat memperoleh izin kerja, mereka berisiko kehilangan kesempatan bermain di level tertinggi serta menghambat karier internasional mereka.
Sejauh ini, KNVB belum memberikan keputusan akhir mengenai status Dean James dan Nathan Tjoe-A-On, namun proses investigasi masih berjalan.
Klub-klub diharapkan menunggu hasil akhir sebelum mengambil langkah transfer atau penempatan pemain di tim utama.
Situasi ini menyoroti pentingnya koordinasi antara federasi nasional, klub, dan otoritas liga dalam mengelola pemain yang berganti kewarganegaraan.
Pengaruhnya tidak hanya pada kompetisi domestik, tetapi juga pada persiapan Timnas Indonesia menjelang turnamen internasional.
Dengan ketidakpastian yang masih menggantung, semua pihak menanti keputusan definitif yang dapat memulihkan stabilitas kompetisi dan memberikan kepastian bagi pemain diaspora Indonesia.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan