Media Kampung – 27 Maret 2026 | Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum tersingkir di semifinal Orleans Masters 2026 Super 300, menutup harapan mereka melaju ke final turnamen internasional tersebut.
Pasangan Indonesia itu kalah dari duo Korea Baek Ha‑na/Kim Hye‑jeong dalam dua game, menandai akhir kampanye mereka di New Orleans.
Sebelum bertanding, mereka tampil percaya diri setelah menorehkan serangkaian kemenangan, termasuk menumbangkan pasangan Jepang Arisa Igarashi/Chiharu Shida dalam tiga game.
Kemenangan melawan Jepang menunjukkan variasi taktik dan ketangguhan mental, mengukuhkan mereka sebagai salah satu pasangan ganda campuran terkuat dari Indonesia.
Namun, agresivitas net play dan smash keras pasangan Korea menjadi tantangan yang tak dapat diatasi oleh Rose/Febi pada pertandingan semifinal.
Kekalahan ini menyusul hasil kurang memuaskan di Swiss Open 2026, di mana mereka tereliminasi di babak 32 besar.
Di Swiss Open, pasangan tersebut gagal menahan serangan wakil China, mengungkap kelemahan pertahanan di bawah tekanan.
Terlepas dari kemunduran tersebut, Rose dan Febi tetap memberikan kontribusi penting bagi performa keseluruhan Indonesia di sirkuit Asia, termasuk mengamankan tiga tiket perempat final Thailand Masters 2026.
Di Bangkok, skuad muda Indonesia mendominasi, dengan Alwi Farhan dan pasangan Rose/Febi memastikan tempat di babak 16 besar Thailand Masters, menegaskan kedalaman talenta nasional.
Penampilan mereka di Thailand Masters menunjukkan kemampuan menutup pertandingan ketat dan menjaga ketenangan pada momen krusial.
Pelatih tim nasional menyatakan bahwa kekalahan di semifinal menjadi pembelajaran penting dan menekankan perlunya koordinasi pertahanan yang lebih baik.
Ia menambahkan bahwa program latihan ke depan akan fokus pada refleks cepat serta strategi servis untuk menyaingi pasangan top Asia.
Analis mengamati bahwa kebangkitan pasangan ganda campuran Korea meningkatkan tingkat persaingan, memaksa Indonesia beradaptasi lebih cepat.
Kekalahan tersebut juga memengaruhi perolehan poin peringkat dunia mereka, berpotensi memengaruhi seed di turnamen Super 500 mendatang.
Meskipun begitu, Rose dan Febi tetap optimis, menargetkan Indonesia Open berikutnya dengan harapan mencapai minimal perempat final.
Keluar di semifinal menegaskan betapa tipisnya jarak antara kemenangan dan kekalahan di level elit bulu tangkis, dan para penggemar Indonesia akan menantikan penampilan mereka selanjutnya.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan