Media Kampung – 26 Maret 2026 | Alex Marquez, pembalap Gresini Ducati, mengecam kondisi trek pada Grand Prix MotoGP Brazil setelah balapan dipotong.
Lomba dikurangi dari 31 menjadi 23 putaran karena aspal terdegradasi dengan cepat.
Marquez menyebut permukaan antara tikungan 10 dan 11 mengelupas batu dan kehilangan cengkeraman.
Ia menilai situasi tersebut “tidak dapat diterima” namun tetap memutuskan untuk balapan.
Meski demikian, ia memuji antusiasme penonton Brazil serta tata letak sirkuit.
Cuaca buruk memperparah kerusakan trek, membuat aspal terkelupas lebih luas.
Marquez menyerukan resurfacing total sebelum edisi selanjutnya.
Rekan-rekan balap Enea Bastianini dan Brad Binder setuju penundaan start singkat akan membantu.
Penundaan tersebut dapat memberi tim ruang menyesuaikan strategi dan pilihan ban.
Marquez menggunakan ban medium di belakang dan berpendapat mengganti ke soft tidak mengubah hasil.
Ia memulai balapan dari posisi kedelapan dan naik menjadi keenam pada lap pertama.
Posisi keenam dipertahankan hingga akhir, namun kalah dalam duel akhir melawan Ai Ogura.
Ogura menyalip Marquez dengan blok pass bersih pada lap terakhir.
Marquez mengakui aksi tersebut “bagus” dan menghargai keterampilan Ogura.
Dengan hasil tersebut, ia mencatat poin pertamanya di musim 2026.
Marquez kini menempati posisi kedelapan dalam klasemen dunia.
Rekan satu timnya, Fermin Aldeguer, juga masuk poin dengan finis kedelapan.
Gresini akan melanjutkan ke Circuit of the Americas untuk putaran berikutnya.
Marquez menargetkan peningkatan pengelolaan ban di sirkuit baru.
GP Brazil merupakan balapan MotoGP pertama di negara itu sejak 2004.
Penyelenggara mendapat kritik tajam atas kondisi trek, memicu seruan perbaikan total.
Pihak berwenang belum mengonfirmasi jadwal resurfacing, namun tekanan terus meningkat.
Insiden ini memicu perbincangan tentang standar keselamatan pada sirkuit MotoGP.
Promotor MotoGP menekankan pentingnya memenuhi persyaratan permukaan ala FIA.
Sementara itu, sprint race menampilkan Ai Ogura meminta maaf atas blok pass terhadap Fabio Quartararo.
Ogura juga menyesal atas aksi serupa terhadap Marquez di balapan utama.
Marquez merespons dengan tenang, fokus pada menjaga umur ban depan.
Ia menyoroti keausan ban depan sebagai tantangan utama dalam balapan yang dipersingkat.
Walaupun sulit, Marquez menilai acara tersebut memberi timnya langkah kecil ke depan.
Ia menutup dengan mengapresiasi atmosfer hangat dari penonton Brazil.
Ke depan, Marquez mengharapkan akhir pekan kompetitif di COTA dengan peluang naik klasemen.
Pembalap tetap optimis terhadap perkembangan sepeda motor Ducati 2026.
Ia menegaskan kembali bahwa keamanan dan kualitas trek harus ditingkatkan untuk GP Brazil selanjutnya.
Musim masih berlanjut dengan beberapa balapan tersisa, dan Marquez berambisi menembus posisi lebih tinggi dari kedelapan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan