Media Kampung – 25 Maret 2026 | PSM Makassar memasuki fase akhir Super League 2025/2026 dengan jadwal padat di bulan April, sementara klub berusaha mengamankan poin cukup untuk menghindari zona degradasi BRI Super League.
Tim yang dikenal sebagai Juku Eja dijadwalkan melakoni lima laga pada bulan ini, meliputi pertemuan melawan Persib Bandung (3 April, tandang), Persija Jakarta (10 April, kandang), Arema FC (17 April, tandang), Bali United (24 April, kandang), dan PSIS Semarang (30 April, tandang).
FIFA telah menjatuhkan registration ban kepada PSM pada 20 Maret 2026, melarang pendaftaran pemain baru selama tiga bursa transfer mendatang karena dugaan pelanggaran finansial.
Larangan tersebut memaksa pelatih untuk mengandalkan skuad yang ada, termasuk sejumlah pemain muda yang belum pernah tampil secara reguler di level senior.
Saat ini PSM menempati posisi ke‑14 dengan 22 poin, hanya tiga poin di atas zona degradasi, sehingga setiap pertandingan menjadi krusial.
Pelatih Juku Eja menegaskan, “Kami akan fokus pada konsistensi taktik dan memaksimalkan potensi pemain yang tersedia untuk meraih tiga poin di setiap laga.”
Pertandingan pembuka melawan Persib Bandung di Stadion Gelora Bandung Lautan Api menjadi ujian pertama, karena lawan langsung berada di zona aman dan dapat menurunkan moral lawan.
Jadwal selanjutnya melawan Persija Jakarta di Kapten I Wayan Dipta menjadi kesempatan bagi PSM untuk mengumpulkan tiga angka di depan pendukung sendiri.
Perjalanan ke Surabaya untuk menghadapi Arema FC pada 17 April menambah tantangan karena cuaca lembap dan atmosfer stadion yang menekan.
Pertandingan melawan Bali United di Kapten I Wayan Dipta pada 24 April diharapkan menjadi penentu, mengingat Bali United berada di posisi menengah dan dapat memberi poin penting.
Ujian terakhir bulan April melawan PSIS Semarang di Jatidiri akan menjadi penentu akhir, karena hasilnya dapat menentukan apakah PSM tetap berada di atas ambang degradasi.
Suporter PSM menaruh harapan tinggi, mengingat sejarah klub yang jarang terjebak di zona bawah, dan menuntut manajemen menyelesaikan masalah keuangan yang masih mengganjal.
Manajemen mengaku sedang menata ulang struktur keuangan, termasuk upaya penyelesaian tunggakan gaji pemain dan staf yang menjadi penyebab utama sanksi FIFA.
Super League secara keseluruhan tetap beroperasi sesuai jadwal, dengan 18 tim bersaing dalam 34 putaran hingga akhir November 2026.
Jika PSM gagal mengumpulkan setidaknya enam poin dari lima laga April, risiko turun ke zona degradasi akan meningkat signifikan.
Klub menyiapkan strategi rotasi pemain untuk mengurangi kelelahan, mengingat kedalaman skuad terbatas akibat larangan pendaftaran baru.
Situasi PSM menjadi contoh penting bagi klub lain di Indonesia, menegaskan pentingnya kepatuhan finansial untuk menghindari sanksi internasional.
Dengan jadwal yang menantang dan tekanan relegasi, PSM Makassar harus mengoptimalkan taktik, memanfaatkan pemain muda, dan menuntaskan masalah administrasi agar tetap kompetitif di BRI Super League.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan