Media Kampung – 25 Maret 2026 | Paris Saint-Germain meminta Ligue de Football Professionnel (LFP) memindahkan laga melawan RC Lens yang dijadwalkan pada 11 April karena berdekatan dengan leg pertama dan kedua perempat final Liga Champions melawan Liverpool.
Klub berargumen bahwa jeda tiga hari antara kedua leg Champions League tidak cukup untuk persiapan optimal dan mengusulkan penjadwalan ulang ke tanggal yang lebih jauh.
Permintaan tersebut ditanggapi keras oleh Lens, yang berada di posisi kedua klasemen hanya satu poin di belakang PSG, dan menolak perubahan jadwal.
Manajemen Lens menilai permintaan PSG sebagai ‘sentimen mengganggu’ yang dapat merusak integritas kompetisi domestik.
Dalam pernyataannya, Lens menegaskan bahwa Ligue 1 tidak boleh dijadikan variabel penyesuaian atas kepentingan klub yang berkompetisi di Eropa.
Klub menambah, ‘Kami khawatir liga akan perlahan menjadi penyesuaian atas ambisi internasional, padahal kompetisi nasional harus dihormati.’
Juru bicara PSG membela permintaan tersebut dengan menyebut bahwa penjadwalan ulang pernah terjadi sebelumnya untuk membantu klub Prancis di panggung Eropa.
Ia menekankan bahwa keberhasilan tim Prancis di kompetisi Eropa meningkatkan citra sepak bola nasional dan peringkat koefisien UEFA.
LFP masih menimbang kedua sisi, namun menegaskan komitmen untuk mendukung klub yang berpartisipasi di kompetisi Eropa.
LFP juga menyatakan bahwa klub lain, seperti Strasbourg, mengajukan permohonan serupa karena pertandingan mereka bertepatan dengan fase Conference League.
Jika permintaan PSG dikabulkan, pertandingan melawan Lens akan dipindahkan ke tanggal yang belum ditentukan, mengganggu jadwal liga yang telah disepakati.
Lens memperingatkan bahwa perubahan jadwal dapat memberi keuntungan kompetitif kepada PSG, yang tengah mengincar gelar ketiga berturut‑turut.
Pelatih Lens, Pierre Sage, menegaskan bahwa timnya siap menghadapi PSG pada 11 April dan menolak segala bentuk penundaan.
Ia menambahkan, ‘Kami tidak akan mengorbankan peluang kami hanya demi kepentingan luar,’ sambil menegaskan fokus pada perebutan gelar pertama sejak 1998.
Di sisi lain, Luis Enrique, pelatih PSG, menilai bahwa jadwal yang padat dapat memengaruhi performa tim dalam dua kompetisi sekaligus.
Ia berharap LFP dapat memberikan solusi yang adil tanpa merusak kompetisi domestik.
Pada pertemuan sebelumnya, PSG berhasil menunda pertandingan melawan Nantes demi persiapan melawan Chelsea, yang berujung kemenangan 8‑2 secara agregat.
Kejadian itu menjadi preseden yang kini menjadi acuan dalam debat antara klub dan otoritas liga.
Menurut pengamat sepak bola, keputusan LFP akan menjadi sinyal penting tentang prioritas liga antara kepentingan domestik dan internasional.
Jika jadwal tetap, kedua tim akan bertemu dalam laga penentu yang dapat menentukan siapa yang memimpin klasemen akhir Ligue 1.
Pertandingan itu diprediksi akan menarik perhatian luas, mengingat PSG berupaya mengamankan gelar sambil melanjutkan kampanye Champions League.
Lens, yang menargetkan gelar pertama sejak musim 1997/98, mengandalkan konsistensi dan pertahanan kuat untuk menantang dominasi Paris.
Kedua klub diperkirakan akan menurunkan skuad utama, meski PSG mungkin akan mengatur rotasi pemain menjelang leg kedua di Anfield.
Dengan tanggal 11 April mendekat, keputusan LFP dijadwalkan diumumkan dalam beberapa hari ke depan.
Apapun keputusan yang diambil, dampaknya akan dirasakan tidak hanya oleh kedua tim, tetapi juga oleh seluruh ekosistem Ligue 1.
Penundaan atau tidak, persaingan antara PSG dan Lens tetap menjadi sorotan utama musim 2025/26.
Kedepannya, liga diharapkan menemukan mekanisme yang lebih transparan dalam menyeimbangkan agenda domestik dan internasional.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan