Media Kampung – 24 Maret 2026 | Matthijs de Ligt telah absen selama 22 pertandingan Manchester United sejak cedera punggung bagian bawah pada tahun 2025, menurut analisis mantan bek Inggris Rio Ferdinand. Absennya mengurangi total penampilan de Ligt menjadi hanya empat belas kali di semua kompetisi musim ini.

Cedera terjadi setelah penampilan melawan Crystal Palace pada November 2025, ketika United berhasil menang 2‑1 di Selhurst Park. Sejak itu, de Ligt belum kembali ke latihan tim utama dan tidak ada jadwal kepastian kembali.

Ferdinand, yang pernah mengalami sejumlah cedera punggung selama kariernya di United, menyatakan ia merasakan frustrasi serupa yang dirasakan de Ligt. Ia menuturkan bahwa ketidakpastian mengenai lokasi rasa sakit membuat pemain terjebak dalam kebingungan dan penurunan semangat.

Dalam program ‘Rio Ferdinand Presents’, bek tersebut mengajukan pertanyaan retoris tentang apakah masalah terletak pada punggung atas, bawah, atau otot gluteus. Ferdinand menambahkan, ‘Jika mirip dengan apa yang saya alami, skala rasa sakitnya bisa sangat berat.’

Ferdinand menekankan pentingnya menemukan tenaga medis yang tepat untuk mengidentifikasi sumber masalah. Ia berpendapat, ‘Setiap tubuh unik, jadi dibutuhkan profesional yang mengerti kondisi spesifik de Ligt.’

Cedera ini mengancam peluang de Ligt untuk masuk skuad Belanda di Piala Dunia musim panas mendatang. Jika kondisi tidak membaik, pemain berusia 26 tahun berisiko dikeluarkan dari daftar akhir.

Manchester United saat ini menduduki posisi ketiga klasemen Premier League menjelang jeda internasional bulan Maret. Tim dijadwalkan kembali beraksi pada April melawan Leeds United.

Kekosongan di lini tengah pertahanan juga dirasakan oleh Lisandro Martínez, yang sedang menjalani rehabilitasi serupa. Kedua bek utama United tidak tersedia, memaksa pelatih Michael Carrick mencari alternatif dari skuad cadangan.

Carrick mengakui bahwa situasi cedera menghambat stabilitas pertahanan dan menimbulkan pertanyaan taktis. Ia menegaskan, ‘Kami terus memantau perkembangan de Ligt dan Martínez, sambil menyiapkan pemain lain untuk mengisi peran.’

Data Transfermarkt mencatat Ferdinand sendiri melewatkan 25 pertandingan untuk United dan timnas pada era 2000-an karena masalah punggung. Pengalaman tersebut memberi perspektif tambahan pada penilaiannya mengenai kondisi de Ligt.

Rumor transfer musim panas muncul, dengan beberapa analis menyarankan United mempertimbangkan penjualan atau pinjaman bek yang rawan cedera. Namun klub belum mengumumkan langkah resmi, menunggu evaluasi medis lengkap.

Sampai saat ini, tidak ada konfirmasi resmi bahwa de Ligt memerlukan operasi pada punggungnya. Tim medis United masih melakukan serangkaian tes pencitraan dan program rehabilitasi konservatif.

Suasana di lapangan latihan dilaporkan tegang, dengan rekan setim menanyakan kondisi de Ligt secara berkala. Kekhawatiran akan dampak psikologis muncul, mengingat pemain merasa terpaksa menyembunyikan rasa sakit.

Ferdinand berharap de Ligt dapat menemukan ‘jawaban’ yang jelas dan kembali berkontribusi bagi klub dan negaranya. Ia menutup dengan harapan, ‘Semoga ia menemukan tenaga medis yang tepat dan kembali ke performa puncak.’

Penggemar United menunggu kabar baik, menuntut transparansi mengenai proses pemulihan dan perkiraan tanggal kembali bermain. Mereka berharap tim tetap kompetitif meski tanpa kehadiran de Ligt dan Martínez.

Secara keseluruhan, absennya de Ligt menambah beban pada lini pertahanan United yang sudah tertekan. Keputusan medis selanjutnya akan menentukan apakah ia dapat kembali sebelum akhir musim atau harus beristirahat hingga turnamen internasional.

Sampai ada perkembangan baru, Manchester United harus mengandalkan opsi internal dan menyiapkan strategi alternatif untuk menghadapi jadwal kompetisi yang padat. Situasi ini tetap menjadi fokus utama manajer dan staf medis klub.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.