Media Kampung – 22 Maret 2026 | Luke Kennard menembak tiga angka tepat sebelum peluit akhir, memberi kemenangan 105-104 atas Orlando Magic di Orlando.
Tembakan itu menghentikan rentetan kemenangan Lakers menjadi sembilan pertandingan beruntun, catatan terpanjang sejak musim 2019-20.
Sebelum tembakan penentu itu, Kennard mengalami penurunan performa, hanya mencetak tiga tembakan tiga angka dari empat belas percobaan dalam enam pertandingan terakhir.
Rasio tembakan tiga angka musim ini turun menjadi 48,1 persen, menurunkan kepercayaan dirinya di lapangan.
Masalah tersebut memaksa Kennard menghabiskan lebih sedikit menit per pertandingan, mengurangi dampak yang biasanya ia berikan.
Pelatih JJ Redick, mantan penembak jitu, mengadakan pertemuan pribadi dengan Kennard untuk membahas fase sulitnya.
Redick berbagi pengalaman pribadi tentang masa-masa sulit dalam menembak, memberi Kennard perspektif bahwa kesempurnaan tidak realistis.
Kennard mengaku menuntut diri sendiri, namun Redick menasihatinya untuk tetap tenang dan fokus pada peran yang diemban.
“Saya keras pada diri sendiri, tetapi pelatih mengingatkan saya untuk tidak terlalu memikirkan setiap tembakan,” kata Kennard.
Setelah percakapan tersebut, Kennard melaporkan perasaan lebih ringan dan siap kembali berkontribusi.
Pada menit-menit akhir pertandingan, Lakers mengalami serangkaian kegagalan tembakan dari Luka Dončić dan Austin Reaves.
Turnover dari Magic memberi peluang kedua bagi Lakers, dan pada 2,6 detik tersisa, Kennard menerima bola di sudut kiri.
Dia menembak tanpa ragu, bola meluncur bersih ke dalam jaring, menandai kemenangan dramatis.
Reaksi rekan setim langsung, mereka berbondong-bondong memeluk Kennard sebagai bentuk penghargaan.
Pelatih Redick memuji ketenangan Kennard dalam situasi kritis, menekankan pentingnya konsistensi menembak.
“Kami mengatasi beberapa masalah di perjalanan ini, termasuk tembakan yang tidak menentu, namun tim tetap fokus,” ujar Redick setelah pertandingan.
Lakers mengkritik keputusan wasit, menganggap panggilan teknikal pada Marcus Smart dan Luka Dončić menguntungkan lawan.
Wendell Carter Jr. juga terlibat dalam benturan keras dengan Austin Reaves, menambah ketegangan di lapangan.
Beberapa insiden, termasuk kontak fisik antara Paolo Banchero dan LeBron James, menambah keraguan atas penegakan aturan.
Meskipun demikian, Lakers tetap menahan tekanan dan memperpanjang rekor kemenangan mereka.
Kemenangan ini menegaskan peran Kennard sebagai penembak tiga poin yang dapat diandalkan dalam fase krusial.
Statistik tim menunjukkan Lakers mencetak 29 lemparan bebas dibanding 23 milik Magic, memperlihatkan keunggulan dalam eksekusi.
Secara keseluruhan, permainan ini menyoroti kemampuan tim untuk beradaptasi pada kondisi lapangan yang berubah.
Dengan Kennard kembali menemukan ritme tembakannya, Lakers berharap dapat mempertahankan performa tinggi ke pertandingan berikutnya.
Para pengamat menilai kemenangan ini meningkatkan moral tim menjelang sisa jadwal musim reguler.
Latihan intensif dan diskusi taktis antara pemain dan pelatih menjadi faktor penentu dalam mengatasi periode penurunan.
Kehadiran Redick sebagai pelatih penembak menambah dimensi strategi tembakan luar area tiga angka.
Lakers kini menatap pertandingan berikutnya dengan keyakinan bahwa setiap pemain dapat memberi kontribusi signifikan.
Kesimpulannya, tembakan akhir Kennard tidak hanya memberi kemenangan, tetapi juga menegaskan nilai penting konsistensi dan mental kuat dalam kompetisi NBA.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan