Media Kampung – 22 Maret 2026 | Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengonfirmasi kesiapan Gelora Bung Karno (GBK) sebagai tuan rumah FIFA Series 2026 pada inspeksi lapangan Rabu, 18 Maret 2026. Kunjungan tersebut menandai evaluasi akhir terhadap fasilitas utama dan pendukung sebelum kompetisi internasional dimulai akhir bulan ini.

Tim inspeksi menilai kondisi rumput di Stadion Utama GBK, menekankan standar kualitas yang harus dipenuhi oleh turnamen FIFA. Pemeriksaan menunjukkan permukaan lapangan telah dipadatkan dan dirawat secara intensif selama tiga bulan terakhir.

Stadion Madya GBK juga berada dalam daftar prioritas, mengingat peranannya sebagai arena cadangan untuk latihan tim nasional. Pihak pengelola melaporkan bahwa drainase dan pencahayaan lapangan sudah memenuhi persyaratan teknis FIFA.

Erick Thohir menegaskan bahwa semua aspek teknis, mulai dari keamanan hingga logistik, berada dalam kontrol penuh pemerintah dan PSSI. Ia menambahkan, ‘Kami tidak akan mengorbankan standar, karena Indonesia ingin tampil sebagai tuan rumah yang kompeten.’

Selama inspeksi, Menpora juga meluangkan waktu mengunjungi Garuda Store, toko resmi merchandise Timnas Indonesia. Penjualan produk kebangsaan diharapkan meningkatkan dukungan publik terhadap tim yang akan berlaga di turnamen.

Pihak penyelenggara FIFA Series 2026 telah mengirimkan jadwal resmi, menampilkan laga uji coba antara Indonesia dan Saint Kitts & Nevis pada minggu pertama kompetisi. Pertandingan percobaan ini akan menjadi ajang pertama bagi tim nasional menyesuaikan taktik di lapangan GBK.

PSSI bekerja sama dengan PT Mustika Parahyangan dalam menyiapkan fasilitas medis dan area press di stadion utama. Kesiapan ini mencakup ruang ganti yang dilengkapi dengan peralatan pemulihan modern.

Sistem keamanan stadion dipantau oleh satuan TNI dan Polri, dengan prosedur evakuasi yang telah diuji dalam simulasi kebakaran. Koordinasi lintas lembaga ini bertujuan meminimalkan risiko selama pertandingan berlangsung.

Transportasi publik di kawasan Asia Afrika ditingkatkan, termasuk penambahan jalur bus rapid transit khusus pengunjung event. Stasiun kereta terdekat juga disiapkan untuk menerima arus penonton internasional yang diproyeksikan mencapai 30 ribu per hari.

Pengelola GBK memastikan fasilitas toilet, area makanan, dan ruang istirahat memenuhi standar kebersihan internasional. Tim kebersihan bekerja 24 jam menjelang pembukaan untuk memastikan kenyamanan penonton.

Penggunaan teknologi VAR dan sistem pelacakan pemain telah terintegrasi pada jaringan IT stadion. Pengujian sistem dilakukan pada sesi latihan tim lokal untuk menjamin akurasi selama pertandingan resmi.

Kepala komite teknis menilai bahwa kapasitas penonton di Stadion Utama, sekitar 77.000 kursi, cukup untuk menampung permintaan tiket domestik dan luar negeri. Segmen kursi VIP dilengkapi dengan layanan hospitality kelas dunia.

Acara pembukaan FIFA Series 2026 direncanakan menampilkan pertunjukan budaya Indonesia, menonjolkan keragaman seni tradisional dan modern. Penonton diharapkan dapat merasakan atmosfer yang menggabungkan sportivitas dan kebanggaan kebangsaan.

Media internasional telah menyiapkan akreditasi khusus, dengan ruang press yang dilengkapi terjemahan simultan bahasa Inggris dan Indonesia. Hal ini mempermudah penyebaran informasi secara real time kepada audiens global.

Erick Thohir menutup inspeksi dengan menekankan pentingnya dukungan penuh masyarakat terhadap Timnas Indonesia. Ia mengajak seluruh elemen bangsa untuk menyemangati pemain dalam setiap laga yang akan datang.

Pemerintah daerah Jakarta memberikan insentif pajak bagi sponsor yang berpartisipasi dalam penyelenggaraan event ini. Langkah tersebut diharapkan meningkatkan investasi swasta dalam bidang olahraga nasional.

Dengan semua persiapan yang telah selesai, GBK siap menyambut FIFA Series 2026 dan menegaskan komitmen Indonesia menjadi tuan rumah kompetisi sepak bola kelas dunia. Keberhasilan acara ini akan menjadi tolak ukur kemampuan Indonesia menggelar event internasional di masa depan.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.