Media Kampung – 22 Maret 2026 | Persib Bandung memimpin klasemen BRI Super League 2025/2026 dengan 58 poin setelah 25 pekan.

Poin itu menempatkan mereka empat angka di atas Borneo FC dan enam poin di atas Persija Jakarta, yang masing-masing masih memiliki sembilan laga tersisa.

Secara matematis, Maung Bandung dapat mengamankan gelar bila meraih delapan kemenangan dari sembilan pertandingan terakhir.

Jadwal tersebut mencakup sejumlah ujian, dimulai dengan pertandingan tandang ke Semen Padang yang sedang berjuang keluar dari zona degradasi.

Meskipun kualitas Persib lebih unggul, tim tamu tidak lagi terbebani tekanan klasemen sehingga peluang kemenangan tidak otomatis.

Laga berikutnya melawan Bali United dan Dewa United menambah beban karena kedua tim menampilkan organisasi permainan yang disiplin.

Pertandingan tandang ke Dewa United diprediksi sulit, mengingat keuletan lawan dalam mempertahankan hasil positif di kandang.

Kembalinya Persib ke kandang melawan Arema FC menuntut kewaspadaan meski berada di lapangan sendiri.

Arema dikenal dengan pengalaman dan mental juara yang dapat mengganggu ritme serangan Persib.

Pertarungan selanjutnya melibatkan Bhayangkara FC dan PSIM Yogyakarta, dua tim yang tampil solid sepanjang musim.

Kedua lawan tersebut mampu menjadi batu sandungan jika Persib tidak mempertahankan konsistensi.

Pada pekan ke-32, Persib harus menempuh perjalanan ke Jakarta untuk menghadapi Persija dalam duel langsung perebutan gelar.

Rivalitas dan tekanan luar biasa menjadikan pertandingan ini krusial, meskipun catatan pertemuan lima terakhir masih menguntungkan Persib.

Setelah menaklukkan Persija, Maung Bandung masih memiliki satu laga melawan PSM Makassar di kandang lawan yang sulit dikalahkan.

PSM biasanya menutup musim dengan performa kuat di hadapan suporter, menambah beban mental bagi Persib.

Laga penutup melawan Persijap Jepara di kandang dianggap lebih ringan, namun bila posisi klasemen belum aman, tekanan tetap tinggi.

Selama bulan Ramadan 2026, Persib menunjukkan performa impresif dengan lima laga tanpa kekalahan, mencatat tiga kemenangan penting.

Kemenangan atas Persita Tangerang, Madura United, dan Persik Kediri memperkuat selisih empat poin dari Borneo FC dan enam poin dari Persija.

Dua hasil imbang melawan Persebaya Surabaya dan Borneo FC tetap menjaga jarak aman di papan atas.

Pelatih Bojan Hodak menegaskan, “Kami harus tetap fokus dan konsisten dalam setiap pertandingan,” menekankan pentingnya disiplin mental menjelang fase akhir.

Statistik Ramadan menegaskan bahwa tim mampu menahan tekanan dan mengelola kebugaran, faktor penting menjelang sembilan laga terakhir.

Jika Persib berhasil mengamankan delapan kemenangan, mereka akan mengunci gelar terlepas dari hasil lawan, menutup musim dengan catatan historis.

Namun, keraguan tetap ada mengingat jadwal yang menantang dan lawan yang tidak dapat diremehkan.

Pengamatan para analis menyebutkan bahwa konsistensi dan manajemen rotasi pemain akan menjadi kunci utama.

Dengan dukungan suporter yang tetap setia, terutama selama Ramadan, motivasi tim diprediksi tetap tinggi.

Musim ini menjadi peluang bagi Persib untuk menambah koleksi gelar domestik dan mengukuhkan posisi sebagai wakil Indonesia di kompetisi Asia.

Pada akhirnya, sembilan laga terakhir akan menjadi ujian akhir bagi Maung Bandung dalam meraih impian juara BRI Super League 2025/2026.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.