Media Kampung – 22 Maret 2026 | Lari lintas alam semakin diminati di Indonesia, mendorong produsen sportwear memperkuat rangkaian produk khusus trail. Nike menanggapi dengan mengoptimalkan lini ACG dan koleksi trail terbaru untuk menaklukkan medan ekstrem.

Seri ACG (All Conditions Gear) kini menjadi fondasi inovasi Nike dalam menggabungkan teknologi pelindung dan traksi tinggi. Koleksi terbaru mencakup lima model yang dirancang untuk menyeimbangkan bantalan, daya tahan, dan responsivitas.

Lima model utama meliputi Zegama 2, Pegasus Trail 5, Kiger 10, Wildhorse 10, dan ACG Ultrafly, masing‑masing menargetkan segmen pelari dengan kebutuhan berbeda, mulai dari kecepatan hingga kompetisi jarak jauh.

Nike Zegama 2 menjadi pilihan terlengkap, mengusung midsole ZoomX Superfoam yang memberikan bantalan empuk sekaligus responsif, serta stack height 30,3 mm di tumit untuk sensasi ringan.

Outsole Zegama 2 dilapisi Vibram Megagrip dengan alur 4 mm, memastikan cengkeraman kuat di tanah basah, berlumpur, atau berbatu, sementara upper dirancang tahan gesekan, cocok untuk trek paling menantang.

Nike Pegasus Trail 5 mewarisi DNA Pegasus road yang legendaris, menambahkan ReactX midsole yang responsif serta geometri rocker yang memudahkan transisi kaki secara alami.

Outsole All‑Terrain Compound dengan alur 3,2 mm memberikan traksi yang cukup agresif untuk jalur ringan hingga menengah, dan versi GORE‑TEX melindungi kaki dari kondisi basah.

Nike Kiger 10 menonjolkan kecepatan dengan bobot sekitar 278 gram, terasa ringan meski dilengkapi Vibram Megagrip yang sama kuatnya dengan Zegama 2.

Desain Kiger 10 menekankan kelincahan, cocok untuk gravel dan jalur berbatu, serta memberikan reaktivitas yang menyerupai racing flat versi trail, ideal bagi pelari yang mengutamakan tempo tinggi.

Nike Wildhorse 10 dirancang sebagai sepatu serbaguna, menggabungkan bantalan responsif dengan outsole yang dapat menyesuaikan berbagai kondisi tanah.

Midsole Wildhorse 10 menggunakan campuran bahan yang menyeimbangkan kenyamanan dan energi kembali, sementara outsolenya memiliki alur yang dirancang untuk memberikan traksi stabil di tanjakan dan turunan.

Nike ACG Ultrafly difokuskan pada performa kompetitif, dengan midsole yang mengoptimalkan pengembalian energi dan struktur upper yang ringan namun kuat.

Outsole Ultrafly memakai bahan khusus yang meniru grip batu alam, memungkinkan pelari kompetitif mengeksekusi langkah cepat pada lintasan teknis tanpa mengorbankan stabilitas.

Keseluruhan, lima pilihan tersebut memberikan opsi yang beragam bagi pelari lintas alam, mulai dari kebutuhan rekreasi hingga persiapan lomba jarak jauh.

Pemilihan model yang tepat bergantung pada jenis medan, kecepatan yang diinginkan, dan tingkat perlindungan yang diperlukan, namun semua model menegaskan komitmen Nike dalam menguasai pasar trail running.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.