Media Kampung – 22 Maret 2026 | Matheus Cunha menunjukkan performa yang mengesankan dalam pertandingan melawan Bournemouth, memberi pelatih interim Michael Carrick peluang untuk mengoptimalkan susunan tim demi mengejar tempat di Liga Champions.
Skor akhir 2-2 tidak mengubah fakta bahwa United berhasil menampilkan serangan yang lebih variatif, meski kontroversi keputusan wasit mendominasi sorotan pasca laga.
Cunha berhasil beradaptasi sebagai sayap lebar, mampu menembus ruang di dalam maupun di luar area lawan, sehingga menambah dimensi taktis yang sebelumnya kurang dimanfaatkan oleh United.
Persaingan posisi dengan Patrick Dorgu menjadi sorotan sejak awal musim; cedera Dorgu membuka ruang bagi Cunha untuk mengukir tempatnya dalam skuad utama.
Dengan menempati posisi sayap, Cunha memperlebar lebar lapangan, sekaligus sering menggunakan kaki kiri untuk menjaga ketidakpastian pertahanan lawan, menutupi kekosongan full‑back yang belum ada.
Strategi yang diusulkan Carrick mencakup penempatan Dorgu sebagai bek kiri, sementara Luke Shaw dipindahkan atau digantikan, demi menciptakan keseimbangan antara serangan dan pertahanan.
Shaw, yang kini lebih sering berperan sebagai bek tengah sebelah kiri, kehilangan kemampuan naik turun di sisi lapangan, yang berdampak pada beban Diogo Dalot yang harus melakukan overlapt dan mengorbankan peluang di lini akhir.
“Keputusan penalti sangat membingungkan, terutama ketika satu insiden memberi hukuman dan yang lain tidak, meski situasinya serupa,” ujar Michael Carrick dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Bruno Fernandes menambahkan, “Jika satu pelanggaran memberi peluang penalti, seharusnya pelanggaran serupa juga mendapat perlakuan yang sama, agar pertandingan tetap adil.”
Dengan kualitas menyerang yang kini lebih fleksibel berkat kontribusi Cunha, United berharap dapat memperkuat posisi klasemen dan melanjutkan upaya mengamankan tiket Liga Champions pada sisa musim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan