Media Kampung – 20 Maret 2026 | Real Betis menutup leg pertama yang berakhir kalah 1-0 dengan kemenangan gemilang 4-0 di Estadio de La Cartuja pada 20 Maret 2026.
Kemenangan itu memberi Verdiblancos agregat 4-1 dan memastikan tiket ke perempat final UEFA Europa League.
Sebelum pertandingan, prediksi media menilai Betis harus membalikkan keadaan setelah tren lima laga tanpa kemenangan di semua kompetisi.
Namun, catatan positif di kandang – tiga kemenangan beruntun di fase grup – memberi keyakinan tambahan bagi tim tuan rumah.
Manuel Pellegrini menyampaikan pentingnya memanfaatkan dukungan suporter dan memulihkan kepercayaan setelah hasil imbang 1-1 melawan Celta Vigo.
Pellegrini juga mengakui kehilangan Giovani Lo Celso dan Isco karena cedera, serta ketiadaan Diego Llorente yang menerima kartu merah di leg pertama.
Rotasi pemain menjadi taktik utama; Pau Lopez, Ricardo Rodriguez, Sergi Altimira, dan Antony diprediksi memulai laga sejak menit pertama.
Di sisi lain, Rafael Benitez menyiapkan Panathinaikos dengan formasi 3-4-2-1, mengandalkan pertahanan rapat dan serangan balik cepat.
Panathinaikos masuk dengan keunggulan tipis 1-0, setelah mengamankan kemenangan di leg pertama di Athena.
Tim Yunani mengandalkan rekor tak terkalahkan sembilan laga di semua kompetisi, meski catatan melawan tim Spanyol tidak menguntungkan.
Beberapa pemain kunci Panathinaikos, termasuk Anass Zaroury, Giannis Kotsiras, dan Erik Palmer-Brown, absen karena sanksi atau cedera.
Susunan pemain Panathinaikos menampilkan Lafont di gawang, barisan bek Katris, Ingason, dan Touba, serta lini tengah dengan Calabria, Sanches, Gnezda Cerin, dan Kyriakopoulos.
Pertandingan dimulai dengan intensitas tinggi; hanya tujuh menit masuk, Cucho Hernández menembak keras, memantul ke arah Aitor Ruibal.
Ruibal mengontrol bola dengan dada, kemudian melepaskan tembakan yang menembus jaring, menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Setelah gol pembuka, Betis mengendalikan penguasaan bola, tetapi peluang tambahan masih terbatas pada menit ke-12.
Panathinaikos berusaha menahan tekanan, namun tak mampu menciptakan peluang signifikan di babak pertama.
Menjelang jeda, Sofyan Amrabat memanfaatkan kebingungan pertahanan lawan, mengirimkan umpan silang kepada Abde Ezzalzouli yang mengeksekusi tembakan ke sudut atas kiri gawang Lafont.
Gol Amrabat memperkuat keunggulan Betis menjadi 2-1 pada menit ke-33.
Pertandingan kembali seimbang setelah istirahat, namun Betis meningkatkan intensitas serangan.
Delapan menit setelah babak kedua dimulai, Cucho Hernández menerima umpan dari Marc Bartra, menembus ruang dan menembakkan bola ke sudut kanan gawang, mencetak gol ketiga.
Gol tersebut menambah jarak, membuat skor 3-1 dan menurunkan harapan balasan Panathinaikos.
Antony, yang tampil sejak awal, berperan penting dalam pergerakan sayap kiri, menciptakan ruang bagi rekan setim.
Di menit ke-70, Ezzalzouli menerima umpan dari Cucho dan menyalurkan bola kepada Antony, yang menyeberang dan mengirimkan tendangan ke gawang, menambah keempatan Betis.
Gol keempat mengukuhkan dominasi Betis, sementara Panathinaikos hanya mampu menembakkan satu tembakan ke gawang yang diselamatkan oleh Lopez.
Statistik pertandingan mencatat Betis menguasai 61% penguasaan bola dan mencetak empat gol dari lima peluang berbahaya.
Panathinaikos mencatat sembilan tembakan, namun tidak ada yang berhasil mengancam gawang.
Setelah pertandingan, Pellegrini menilai performa timnya sebagai bukti kebangkitan mental dan taktik yang tepat.
Benitez mengakui kekalahan berat, namun menekankan bahwa timnya belajar dari pengalaman dan tetap fokus pada kompetisi domestik.
Kemenangan ini menjadikan Real Betis pertama kali dalam enam perempat final kompetisi Eropa yang berhasil mengamankan kemenangan di leg kedua di kandang.
Betis kini bersiap menghadapi Braga dalam perempat final, dengan agenda leg pertama pada awal April.
Para pemain Betis, termasuk Ruibal dan Cucho Hernández, dipuji atas kontribusi mereka dalam mencetak gol penting.
Panathinaikos, meski kehilangan kesempatan melaju, tetap mempertahankan reputasi tak terkalahkan di liga domestik mereka.
Liga Europa 2025-2026 semakin menegangkan, dengan banyak tim berjuang untuk mengisi slot perempat final.
Berita ini menegaskan kembali pentingnya performa konsisten di kompetisi Eropa bagi klub-klub Spanyol.
Dengan hasil ini, Real Betis menegaskan ambisinya untuk melaju lebih jauh dan menambah pengalaman internasional bagi skuadnya.
Penutup, Betis berhasil mengubah defisit menjadi kemenangan gemilang, mengukir sejarah baru di panggung Eropa.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.


Tinggalkan Balasan