Media Kampung – 20 Maret 2026 | Bologna mengalahkan Roma 4-3 setelah perpanjangan waktu pada laga putaran 16 Europa League, dengan agregat 5-4.

Pertandingan yang berlangsung pada 19 Maret 2026 di Stadio Olimpico menjadi derby Italia penuh aksi dengan tujuh gol tercipta sebelum gol penentu.

Santiago Castro menambah keunggulan Bologna dengan gol ketiga pada menit ke‑58, menembak bola keras dari tepi area.

Babak pertama dibuka oleh Jonathan Rowe yang menaklukkan gawang Roma lewat tembakan kuat pada menit ke‑22.

Roma menyamakan kedudukan sepuluh menit kemudian lewat sundulan Evan Ndicka dari tendangan corner Lorenzo Pellegrini.

Sebelum jeda, Federico Bernardeschi mengonversi penalti setelah Stephan El Shaarawy menjatuhkan Nadir Zortea, mengembalikan Bologna unggul.

Di babak kedua, Castro menambah dua gol Bologna dengan tembakan keras yang melewati kiper Mile Svilar.

Roma kembali mengejar pada menit ke‑69 lewat penalti Donyell Malen setelah Remo Freuler menjatuhkan Robinio Vaz.

Lorenzo Pellegrini kemudian menyamakan kedudukan Roma dengan tembakan bebas jarak jauh yang melampaui Federico Ravaglia.

Reguler berakhir imbang 3-3, memaksa pertandingan masuk perpanjangan waktu.

Pada ekstra waktu, kiper Bologna Ravaglia menolak tembakan Zeki Celik dengan penyelamatan refleks.

Roma menciptakan peluang lewat Riccardo Orsolini, namun pertahanan Bologna cepat kembali.

Momen krusial terjadi pada menit ke‑111 ketika Thijs Dallinga memberikan umpan tepat kepada Nicolò Cambiaghi.

Cambiaghi mengeksekusi tembakan yang memantul dari tiang dalam sebelum masuk ke sudut jauh, memastikan kemenangan 4-3.

Kemenangan ini mengantar Bologna ke perempat final melawan Aston Villa, dipimpin Unai Emery.

Roma tersingkir setelah mencatat empat hasil imbang dalam enam laga kompetisi terbaru.

Roma kehilangan beberapa pemain kunci: Paulo Dybala, Matías Soulé, Artem Dovbyk, dan Evan Ferguson, semuanya cedera.

Bologna juga tanpa kiper utama Lukasz Skorupski setelah cedera melawan Sassuolo, sehingga Federico Ravaglia menempati posisi.

Stadio Olimpico memiliki nilai khusus bagi Bologna, karena mereka meraih Coppa Italia di stadion yang sama musim lalu.

Data statistik menunjukkan Bologna memiliki xG lebih rendah (1.69) dibanding Roma (2.09), namun mencatat tembakan tepat sasaran lebih banyak (sembilan berbanding tujuh).

Bologna menciptakan empat peluang besar, melampaui dua peluang Roma, menandakan efisiensi serangan yang lebih baik.

Jonathan Rowe menjadi penggerak utama Bologna dengan empat peluang besar dalam satu pertandingan.

Santiago Castro mencatat tiga tembakan, dua di antaranya menghasilkan gol penting.

Goalkeeper Roma Mile Svilar melakukan beberapa penyelamatan penting, termasuk satu tangan pada tembakan Bernardeschi.

Pelatih Bologna Thiago Motta memuji Cambiaghi, menyatakan “dia menunjukkan ketenangan saat dibutuhkan.”

Pelatih Roma Vincenzo Italiano menilai timnya tetap percaya diri meski tekanan, “kami pantas melaju ke fase berikutnya.”

Roma mengajukan protes atas dugaan dorongan Jonathan Rowe terhadap Gianluca Mancini saat gol pembuka.

Keputusan wasit, termasuk dua penalti untuk masing‑masing tim, menjadi sorotan analisis pasca pertandingan.

Bologna akan melanjutkan ke Inggris untuk leg pertama melawan Aston Villa, sementara Roma kembali fokus pada Serie A.

Hasil ini menambah babak dramatis dalam sejarah derby Italia di Europa League, menegaskan sifat tak terduga kompetisi.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.