Media Kampung – 20 Maret 2026 | Rachel Allessya Rose dan Febi Setianingrum memastikan tempat di perempat final Orleans Masters 2026 setelah mengalahkan pasangan Taiwan Chen Su Yu dan Lee Yu‑Hsuan.
Pasangan Indonesia yang berada di peringkat 27 dunia ini berhasil bangkit dari kekalahan 14‑21 di game pertama dan mencatat kemenangan 21‑6 serta 21‑13.
Pertandingan berlangsung pada 19 Maret 2026 di Palais des Sports, Orleans, Prancis, dan selesai dalam waktu 42 menit.
Pada game pertama lawan Taiwan menguasai ritme, membuat Indonesia tertinggal sepanjang set dan menutupnya dengan skor 14‑21.
Setelah jeda, Rose dan Setianingrum meningkatkan intensitas, mencetak keunggulan 9‑1 dan memasuki interval dengan 11‑1.
Mereka terus menekan pada game kedua, mengendalikan rally dan menutup set dengan dominasi 21‑6.
Game ketiga kembali dikuasai Indonesia; mereka memimpin 16‑11 setelah interval dan mengamankan kemenangan 21‑13.
“Kami bersyukur atas kemenangan ini, ini mengembalikan kepercayaan diri kami setelah keluar dini di turnamen sebelumnya,” ujar Rose dalam wawancara pasca pertandingan.
Febi menambahkan bahwa game pertama merupakan tantangan adaptasi lapangan dan kecepatan kok.
“Pukulan kami belum terasa tepat pada awalnya, tetapi kami menaikkan tempo di game berikutnya dan menemukan ritme yang pas,” katanya.
Kemenangan ini membawa mereka ke perempat final melawan pasangan Taiwan unggulan ketiga Hsu Ya‑Ching dan Sung Yu‑Hsuan, yang sebelumnya mengalahkan duo China Luo Yi dan Wang Ting‑Ge.
Pasangan Indonesia lainnya, Febriana Dwipuji Kusuma dan Meilysa Trias Puspitasari, tersingkir di babak 16 besar oleh Jepang Sumire Nakade dan Miyu Takahashi.
Dengan demikian, Rose dan Setianingrum menjadi satu‑satunya harapan Indonesia di cabang ganda putri pada turnamen ini.
Formasi mereka belakangan ini tidak stabil; mereka terhenti di putaran pertama pada All England Super 1000 serta Swiss Open Super 300.
Kemenangan telak 21‑6 pada game kedua menjadi titik balik yang menghidupkan kembali momentum mereka.
Pelatih tim Indonesia menilai kemampuan pasangan ini meningkatkan kecepatan dan mengontrol kok dalam kondisi cepat sangat menentukan.
Orleans Masters merupakan turnamen BWF World Tour Super 300 yang menawarkan poin peringkat penting bagi para pemain.
Dengan selisih peringkat—Indonesia di 27 dan lawan Taiwan di 268—kemenangan ini dianggap sebagai kejutan signifikan.
Pengamat menyoroti pentingnya ketangguhan mental setelah kalah set pertama, faktor yang akan diuji di perempat final.
Penonton yang hadir mencatat suasana yang fokus daripada meriah.
PBSI mengeluarkan pernyataan memuji ketekunan duo ini dan menekankan pentingnya tetap tenang melawan lawan dengan kok cepat.
Pertandingan selanjutnya dijadwalkan keesokan harinya, dengan harapan pasangan Indonesia mempertahankan permainan agresif dan meminimalisir kesalahan tidak dipaksa.
Jika melaju ke semifinal, mereka berada pada posisi kuat untuk bersaing memperebutkan gelar, tujuan yang telah mereka umumkan sebelum turnamen.
Untuk saat ini, Rose dan Setianingrum merayakan kemenangan comeback mereka dan menatap tantangan berikutnya di Orleans.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan