Media Kampung – 20 Maret 2026 | Janice Tjen dan Chan Hao Cing akan menghadapi unggulan keempat Elise Mertens dan Shuai Zhang di babak pertama Miami Open 2026.
Pertarungan ini sekaligus menandai penampilan Yulia Putintseva, petenis Kazakhstan peringkat 75 WTA, yang berduel melawan pasangan Indonesia Janice Tjen di ganda putri.
Putintseva menempati posisi menengah dalam daftar peringkat, namun rekam jejaknya menunjukkan kemampuan menembus babak utama di turnamen bergengsi.
Pada Indian Wells 2026, Janice Tjen bersama Chan Hao Cing menembus babak 16 besar sebelum tersingkir dari Nicole-Melichar Martinez dan Cristina Bucsa.
Kemenangan tersebut meningkatkan ekspektasi publik terhadap performa Tjen di Miami, namun ia kini harus mengatasi tekanan melawan lawan berpengalaman seperti Putintseva.
Dalam konferensi pers pra‑pertandingan, Putintseva menegaskan fokusnya pada strategi servis dan variasi forehand untuk mengendalikan tempo.
“Saya akan berusaha mengontrol setiap poin, terutama pada servis pertama,” ujar Putintseva dengan tenang.
Janice Tjen menyoroti pentingnya koordinasi dengan Chan Hao Cing, menambahkan bahwa chemistry mereka berkembang sejak Indian Wells.
“Kami belajar banyak dari pengalaman sebelumnya, dan kami siap melawan pasangan top,” kata Tjen.
Turnamen Miami Open 2026 menampilkan deretan bintang WTA, termasuk favorit Elise Mertens yang kini berpasangan dengan Shuai Zhang, serta pemain veteran seperti Elena Rybakina yang menantikan peluang pertama.
Rybakina diprediksi akan menguji kecocokan lapangan keras Miami terhadap gaya permainannya yang agresif.
Aldila Sutjiadi dari Indonesia akan berpasangan dengan Ingrid Neel Estonia, menjelang pertandingan melawan duo tuan rumah Hailey Baptiste dan Peyton Stearns.
Duel tersebut dijadwalkan pada Jumat, 20 Maret 2026.
Kehadiran pemain Asia menambah variasi kompetisi, menyoroti perkembangan tenis di wilayah tersebut selama beberapa tahun terakhir.
Putintseva menjadi contoh utama, dengan penampilan konsisten di turnamen tingkat WTA 1000.
Statistik WTA menunjukkan bahwa Putintseva telah mencatat 12 kemenangan melawan pemain peringkat 50‑100 dalam dua musim terakhir.
Angka tersebut menegaskan kemampuannya mengatasi selisih peringkat.
Janice Tjen, meski berperingkat lebih tinggi, pernah mengalami kekalahan di Merida Open melawan Camila Osorio, menandakan bahwa perbedaan ranking tidak selalu menentukan hasil.
Pengalaman itu menjadi bahan evaluasi timnya.
Analis tenis menilai bahwa kecepatan servis Putintseva, rata‑rata 190 km/jam, dapat menantang pertahanan lawan di lapangan keras.
Sementara Tjen mengandalkan footwork cepat dan variasi raket.
Penonton di Miami diharapkan menyaksikan pertarungan sengit, mengingat kedua pasangan memiliki gaya permainan yang kontras namun seimbang.
Pertandingan diproyeksikan berlangsung dalam tiga set.
Hasil akhir pertandingan masih menunggu, namun turnamen ini memberikan panggung penting bagi pemain Asia untuk memperlihatkan kualitas di level tertinggi.
Miami Open 2026 akan terus menjadi ajang penentu peringkat menjelang akhir musim.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan