Media Kampung – 20 Maret 2026 | Lech Poznań menutup babak 16 besar UEFA Conference League dengan kemenangan 2-0 atas Shakhtar Donetsk di Synerise Arena, Krakow, menyamakan agregat menjadi 3-3. Gol-gol penentu datang lewat tendangan penalti M. Ishak pada menit ke-13 dan tambahan gol dari T. Ismaheel pada menit ke-45+7.
Kemenangan ini memastikan Lech melaju ke perempat final, sementara Shakhtar kehilangan kesempatan untuk menambah tiket ke fase berikutnya. Kedua tim masuk ke laga balik setelah laga pertama berakhir dengan kemenangan 3-0 untuk Shakhtar di Ukraina.
Manajer Shakhtar, Arda Turan, menilai penampilan timnya kurang tajam dalam serangan, meski pertahanan tetap solid. Turan mengakui bahwa kegagalan memanfaatkan peluang menjadi faktor utama kegagalan mereka.
Di sisi lain, Niels Frederiksen, pelatih Lech, memuji ketangguhan mental skuadnya yang berhasil membalikkan defisit tiga gol. “Kami tetap percaya dan menunggu kesempatan, akhirnya kami dapat memanfaatkannya,” ujar Frederiksen setelah pertandingan.
Formasi Shakhtar pada laga ini mengandalkan sistem 4-1-4-1 dengan Riznyk di gawang. Pemain kunci seperti Pedrinho (kapten) dan Alisson Santana mengisi lini tengah, sementara penyerang Kauã Elias menjadi pilihan utama di depan.
Lech menurunkan formasi 4-3-3 yang dipimpin oleh kapten T. Ismaheel. Pemain sayap seperti K. Ocheretko dan Newerton berperan penting dalam menciptakan ruang bagi penyerang utama mereka, yang berhasil mengeksekusi dua gol penting.
Statistik pertandingan menunjukkan penguasaan bola hampir seimbang, namun Lech memiliki tembakan ke gawang lebih banyak. Pertahanan Shakhtar berhasil menahan tekanan awal, namun gagal menahan serangan balik Lech di babak pertama.
Keberhasilan Lech juga dipengaruhi oleh efisiensi dalam situasi bola mati, terutama eksekusi penalti yang menghasilkan gol pertama. Penjaga gawang Riznyk tidak mampu menghentikan tendangan penalti tersebut.
Dengan hasil ini, Lech bergabung dengan tim-tim lain yang melaju ke perempat final, termasuk tim-tim seperti AEK Athens, Fiorentina, dan AZ Alkmaar. Semua tim tersebut akan bersaing di fase selanjutnya yang dijadwalkan pada bulan April.
Laga ini menegaskan pentingnya konsistensi performa dalam kompetisi Eropa, di mana satu kesalahan kecil dapat mengubah arah hasil akhir. Kedua klub kini harus mengevaluasi taktik mereka menjelang pertandingan selanjutnya.
Shakhtar Donetsk, yang sebelumnya menempati posisi kuat di Liga Ukraina, harus mencari solusi cepat untuk memperbaiki performa mereka di kompetisi domestik dan Eropa. Tekanan dari suporter dan manajemen klub semakin besar setelah kegagalan ini.
Lech Poznań, yang kini melaju ke babak berikutnya, dapat memanfaatkan momentum ini untuk memperkuat posisi mereka di Ekstraklasa Polandia. Tim berharap dapat melanjutkan performa impresif di kompetisi Eropa dan domestik.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan