Media Kampung – 20 Maret 2026 | SC Freiburg memastikan tempat di perempat final Liga Europa setelah mengalahkan KRC Genk 5-1 pada leg kedua ronde 16.

Kemenangan itu menebus defisit 1-0 dari leg pertama dan menghasilkan agregat 5-2, pencapaian pertama klub di fase delapan besar kompetisi Eropa.

Julian Schuster, pelatih Freiburg, sebelumnya menyatakan keyakinannya untuk membalikkan skor dan timnya menepati janji itu.

Pertandingan berlangsung di Europa-Park Stadion, di mana Freiburg mencetak dua gol pertama dalam 25 menit pertama.

Matthias Ginter membuka skor pada menit ke-19 lewat sundulan dari tendangan bebas.

Igor Matanovic menambah keunggulan pada menit ke-25 setelah memanfaatkan umpan silang Ginter.

Genk memperkecil jarak pada menit ke-39 melalui gol Matte Smets, namun reaksi Freiburg tak terhenti.

Vincenzo Grifo mencetak gol pada menit ke-53, sekaligus menorehkan gol ke-106nya untuk Freiburg dan menjadi pencetak gol terbanyak sepanjang masa klub.

Gol Grifo melampaui rekor sebelumnya yang dipegang bersama Nils Petersen.

Yuito Suzuki menambah keunggulan pada menit ke-56 setelah menerima umpan balik dari Ginter.

Pada menit ke-79, Maximilian Eggestein, yang kembali setelah skorsing, menyegel kemenangan dengan gol kedua.

Statistik pertandingan menunjukkan Freiburg menguasai 65% penguasaan bola dan menciptakan 18 tembakan, 11 di antaranya tepat sasaran.

Genk hanya menghasilkan tiga tembakan tepat sasaran dalam seluruh laga.

Penampilan goalkeeper Noah Atubolu membantu menjaga gawang tetap aman, dengan beberapa penyelamatan penting.

Keberhasilan ini menambah rekor kemenangan kandang Freiburg menjadi lima kemenangan beruntun di Liga Europa.

Sebelumnya, Freiburg pernah tersingkir pada fase 16 melawan Juventus (2019) dan West Ham (2021).

Pada kompetisi domestik, Freiburg menduduki posisi kedelapan di Bundesliga dan baru saja kehilangan rekor tak terkalahkan di kandang.

Union Berlin menjadi tim tamu pertama yang berhasil mengalahkan Freiburg di kandang pada pekan akhir pekan sebelum laga ini.

Kegagalan tersebut tidak memengaruhi performa tim di Liga Europa, karena fokus utama tetap pada kompetisi internasional.

Pelatih Schuster menegaskan pentingnya konsistensi dan mentalitas juara dalam wawancara singkat pasca pertandingan.

“Kami percaya bisa menutup defisit, dan pemain mengeksekusi dengan disiplin,” ujarnya.

Kembali ke lapangan, Eggestein menyatakan kepuasannya dapat kembali berkontribusi setelah absen karena kartu merah.

“Rasa bersalah karena tidak bermain di leg pertama, tapi sekarang kami memberi jawaban yang jelas,” katanya.

Grifo menambahkan bahwa pencapaian menjadi pencetak gol terbanyak klub menjadi motivasi bagi pemain lain.

“Saya harap rekor ini menginspirasi tim untuk terus mencetak gol penting,” ujarnya.

Genk, yang dipimpin oleh Nicky Hayen, akan menilai kekalahan tersebut sebagai pelajaran menjelang akhir musim domestik mereka.

Tim Belgia itu kini berada di luar zona playoff, dan penampilan di Liga Europa tetap menjadi fokus utama.

Kedua klub akan melanjutkan perjalanan masing-masing; Freiburg bersiap menghadapi lawan belum diumumkan di perempat final pada April.

Turnamen ini memberi peluang bagi klub Jerman menambah prestasi internasional setelah performa solid di liga domestik.

Dengan kemenangan ini, Freiburg menegaskan diri sebagai kompetitor serius di panggung Eropa.

Fans di Freiburg merayakan kemenangan secara spontan di sekitar stadion, menandai momen bersejarah bagi kota.

Seluruh pendukung menantikan pertandingan berikutnya dengan harapan klub dapat melaju ke semifinal.

Dengan catatan performa ini, Freiburg menutup babak pertama kompetisi dengan optimisme tinggi.

Kemenangan ini sekaligus memperkuat reputasi pelatih Julian Schuster sebagai taktikawan muda yang mampu mengelola tekanan.

Pertandingan selanjutnya akan menentukan apakah Freiburg dapat mempertahankan momentum dan mengukir sejarah lebih lanjut.

Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.