Media Kampung – 17 Maret 2026 | Defender tengah Maroko, Abdel Abqar, yang bermain untuk Getafe, menerima kartu merah langsung pada laga Liga Spanyol melawan Atlético Madrid di Stadion Metropolitano pada 14 Maret 2026. Kejadian itu terjadi setelah VAR mengonfirmasi bahwa Abqar menyentuh bagian intim penyerang Norwegia, Alexander Sorloth, dalam situasi yang tidak terkait dengan bola.
Insiden di Metropolitano
Pada menit ke‑55, saat skor masih 1‑0 untuk Atlético berkat gol awal Nahuel Molina, Abqar dan Sorloth berada berdekatan tanpa bola. Rekaman lambat menunjukkan tangan Abqar menggapai selangkangan Sorloth, aksi yang kemudian memicu reaksi keras dari pemain Atlético. Wasit Miguel Ortiz Arias menghentikan permainan, meninjau aksi lewat VAR, dan mengeluarkan kartu merah langsung.
Reaksi Abqar
Setelah pertandingan, Abqar menolak tuduhan niat melanggar kesopanan. Ia menyatakan, “Saya hanya ingin bersentuhan seperti dalam permainan, tangan saya ditujukan ke perut untuk merasakan posisi lawan, bukan untuk menyakiti.” Ia menegaskan bahwa niatnya bukanlah menargetkan bagian tubuh tersebut dan menyebutkan bahwa ia bersumpah atas keluarganya bahwa aksi itu tidak disengaja.
Sanksi Disiplin
Menurut peraturan disiplin Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF), kartu merah langsung mengakibatkan larangan bermain minimal satu pertandingan. Jika komite kompetisi menilai tindakan tersebut melanggar norma kesopanan, sanksi tambahan dapat dikenakan. Abqar otomatis absen pada laga berikutnya Getafe, dan kasusnya akan ditinjau lebih lanjut oleh otoritas federasi.
Implikasi pada Klasemen La Liga
Kekalahan 1‑0 membuat Getafe tetap berada di zona degradasi, menambah tekanan pada pelatih untuk memperbaiki hasil. Di sisi lain, Atlético mempertahankan tiga poin penting, memperkuat posisinya di papan tengah. Pada akhir pekan yang sama, Barcelona memperlebar jarak dengan Real Madrid menjadi empat poin setelah kemenangan 5‑2 atas Sevilla, didorong oleh hat-trick Raphinha. Real Madrid juga meraih kemenangan 4‑1 melawan Elche. Hasil-hasil ini menegaskan persaingan ketat di puncak klasemen sementara klub-klub yang berjuang di zona relegasi, termasuk Getafe, harus mengandalkan poin tambahan untuk menghindari turun.
Secara keseluruhan, insiden Abqar menambah sorotan pada penggunaan VAR dalam menegakkan disiplin dan menyoroti pentingnya kontrol emosi pemain dalam situasi tegang. Dampak langsungnya terasa pada performa Getafe, yang harus bermain dengan satu pemain lebih sedikit hingga akhir pertandingan, serta pada reputasi pribadi Abqar yang kini berada di bawah pengawasan federasi.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.








