Media Kampung – 12 Maret 2026 | London, 13 Maret 2026 – Kejutan terbesar di BNP Paribas Open kali ini datang dari Inggris muda yang menaklukkan juara dunia. Jack Draper, pemain berusia 22 tahun, mengalahkan Novak Djokovic dalam pertandingan tiga set yang dramatis, mengirim sang legenda tenis ke babak 16 besar. Kemenangan ini tidak hanya menandai debut Draper di turnamen papan atas, tetapi juga menimbulkan pertanyaan baru tentang kondisi fisik Djokovic menjelang sisa musim.
Draper memulai set pertama dengan agresif, memanfaatkan servis kuat dan forehand tajamnya. Ia berhasil memaksa Djokovic melakukan banyak kesalahan tidak dipaksa, dan menutup set pertama dengan skor 6-3. Pada set kedua, sang juara dunia mencoba bangkit, namun mengalami kesulitan menyesuaikan ritme permainan. Draper kembali mendominasi, memanfaatkan servis balik yang akurat dan memaksa Djokovic melakukan rally panjang yang menguras tenaga. Djokovic akhirnya menyerah pada tekanan, dan set kedua berakhir 6-2 untuk Draper.
Set Penentuan dan Kelelahan yang Terlihat
Set ketiga menjadi arena pertarungan mental. Djokovic, yang dikenal dengan ketangguhan fisiknya, tampak berjuang melawan rasa sakit di pergelangan kakinya yang telah menjadi sorotan sejak awal turnamen. Ia mencoba menyesuaikan taktik, meningkatkan variasi spin, dan memperpanjang rally untuk menekan lawan. Namun, Draper tidak mengalah, menahan setiap serangan dengan pertahanan yang solid dan memanfaatkan setiap peluang untuk mengembalikan bola dengan sudut tajam.
Ketegangan memuncak pada game ke-10 set ketiga, ketika Djokovic melakukan break point. Namun, serangan servis Draper yang memukau mengamankan poin penting, menjadikan skor 6-4 dan menutup pertandingan dengan kemenangan 6-3, 6-2, 6-4. Penonton di Indian Wells terdiam sejenak, lalu bersorak merayakan pencapaian luar biasa sang Briton.
Setelah pertandingan, Draper mengungkapkan rasa terkejutnya. “Saya tidak menyangka bisa menaklukkan Novak, terutama di turnamen sekelas ini. Saya hanya fokus pada setiap poin dan berusaha bermain sebaik mungkin,” ujarnya dalam konferensi pers singkat.
Di sisi lain, Djokovic mengakui adanya masalah fisik yang mengganggu permainannya. “Saya merasakan sesuatu yang aneh di kaki saya sejak pertandingan pertama. Itu memengaruhi gerakan saya, terutama saat berlari dan melakukan perubahan arah yang cepat. Saya harus mengevaluasi kondisi ini dengan tim medis,” kata Djokovic, menambah spekulasi tentang potensi cedera yang dapat memengaruhi penampilannya di turnamen berikutnya.
Kekhawatiran tentang kesehatan Djokovic bukanlah hal baru. Selama musim ini, ia telah menunjukkan tanda-tanda ketidaknyamanan pada pergelangan kaki, yang sebelumnya menjadi sorotan media setelah ia mengalami cedera otot pada turnamen Grand Slam. Dokter timnya menyatakan bahwa masalah ini masih dalam tahap observasi, dan tidak ada keputusan definitif mengenai penarikan diri dari kompetisi selanjutnya.
Kemenangan Draper mengukir sejarah baru bagi tenis Inggris. Ini adalah pertama kalinya pemain asal Inggris menembus perempat final BNP Paribas Open sejak era Andy Murray. Selain itu, performa impresifnya melawan salah satu pemain terhebat dalam sejarah tenis menandai potensi besar yang dapat ia kembangkan di sirkuit ATP.
Para analis menilai bahwa keberhasilan Draper bukan sekadar kebetulan. “Jack memiliki kombinasi kecepatan, ketepatan, dan mental yang kuat. Dia juga tampak sangat nyaman di permukaan keras, yang sangat penting di Indian Wells,” ujar seorang komentator tenis ternama. “Jika dia dapat menjaga konsistensi dan mengatasi tekanan, kita mungkin akan melihatnya menjadi ancaman serius bagi pemain top lainnya,” tambahnya.
Dengan mengalahkan Djokovic, Draper kini melaju ke babak perempat final, di mana ia akan berhadapan dengan pemenang antara Carlos Alcaraz dan lawan lain yang masih belum ditentukan. Pertarungan selanjutnya diprediksi akan menjadi ujian berat bagi sang Briton, mengingat Alcaraz sedang berada dalam performa puncak setelah menembus semifinal turnamen.
Untuk Djokovic, kekalahan ini menjadi panggilan bangun. Ia harus menilai kembali jadwal kompetisinya, mengelola beban fisik, dan memulihkan kondisi cedera yang mengganggu. Musim ini masih panjang, dan meski ia masih menjadi peringkat satu dunia, tantangan kesehatan dapat memengaruhi peluangnya meraih gelar Grand Slam berikutnya.
Di luar lapangan, reaksi fans media sosial beragam. Banyak yang mengapresiasi penampilan Draper, sementara pendukung Djokovic mengekspresikan harapan agar sang juara dunia segera pulih. Diskusi mengenai kondisi fisik pemain top semakin mengemuka, menandakan pentingnya manajemen kebugaran dalam era tenis modern.
Dengan demikian, babak berikutnya di Indian Wells menjanjikan pertarungan sengit dan cerita-cerita menarik lainnya. Apakah Djokovic dapat bangkit kembali, ataukah Draper akan melanjutkan perjalanan gemilangnya? Hanya waktu yang akan menjawab.







Tinggalkan Balasan