Media Kampung – 11 Maret 2026 | Major League Soccer (MLS) resmi mengumumkan bahwa dua mantan pemainnya, Yaw Yeboah dan Derrick Jones, dijatuhi sanksi larangan bermain seumur hidup setelah terbukti melanggar kebijakan perjudian liga. Keputusan ini diumumkan pada 10 Maret 2026, menyusul hasil penyelidikan internal yang dipandu oleh firma hukum Patterson Belknap Webb & Tyler LLP serta mitra integritas liga.
Menurut pernyataan MLS, kedua pemain tersebut terlibat dalam aktivitas taruhan pada pertandingan MLS selama musim 2024 dan 2025, termasuk taruhan pada tim mereka sendiri. Salah satu contoh paling mencolok ialah kedua pemain menaruh taruhan bahwa Jones akan menerima kartu kuning pada pertandingan yang berlangsung pada 19 Oktober 2024; Jones memang mendapat peringatan pada menit ke-35. Selain itu, investigasi menemukan bahwa Yeboah dan Jones membocorkan informasi rahasia kepada pihak ketiga mengenai niat mereka untuk memancing kartu kuning, meskipun tidak ada bukti bahwa tindakan tersebut memengaruhi hasil akhir pertandingan.
Profil Yaw Yeboah: Dari Akademi Manchester City Hingga MLS
Yaw Yeboah, yang berusia 28 tahun, merupakan produk akademi Right to Dream Academy di Ghana sebelum bergabung dengan Manchester City pada usia muda. Selama empat tahun di Etihad Stadium, ia pernah dipinjamkan ke Lille (Prancis), FC Twente (Belanda), dan Real Oviedo (Spanyol). Pada 2018, Yeboah meninggalkan City dan melanjutkan kariernya di Amerika Serikat, pertama di Columbus Crew dan kemudian Los Angeles FC (LAFC). Ia bahkan menjadi bagian dari skuad yang memenangkan MLS Cup pada 2023 bersama Columbus Crew. Namun, setelah keluar dari MLS, ia menandatangani kontrak dengan klub China, Qingdao Hainiu.
Derrick Jones: Karier Domestik yang Berujung Kontroversi
Derrick Jones, yang pernah bermain untuk Columbus Crew dan LAFC, merupakan pemain domestik yang dikenal dengan kecepatan sayapnya. Meskipun pernah mendapatkan panggilan ke skuad Amerika Serikat U‑23, kariernya terhenti setelah keluar dari liga pada 2025. Tidak ada catatan bahwa ia masih terikat kontrak dengan klub MLS pada saat sanksi dijatuhkan.
Investigasi dimulai setelah sistem pemantauan taruhan MLS mendeteksi aktivitas mencurigakan yang melibatkan kedua pemain. MLS kemudian menangguhkan mereka secara administratif sambil menunggu hasil penyelidikan. Hasilnya, komisi liga menyimpulkan bahwa tindakan mereka melanggar MLS Gambling Policy, yang melarang segala bentuk taruhan pada pertandingan sepak bola profesional, termasuk pada tim yang bersangkutan.
Komisioner MLS Don Garber menegaskan komitmen liga terhadap integritas kompetisi. “MLS bertekad menjaga integritas pertandingan dan akan terus menegakkan kebijakan anti‑perjudian, meningkatkan edukasi kepada pemain, serta memperjuangkan penghapusan taruhan kartu kuning di semua negara bagian,” ujarnya dalam pernyataan resmi.
Larangan seumur hidup ini berarti Yaw Yeboah dan Derrick Jones tidak akan diizinkan kembali ke MLS dalam kapasitas apapun, baik sebagai pemain, staf, maupun pejabat. Meskipun mereka tidak lagi berada di bawah kontrak dengan klub MLS, keputusan ini menjadi peringatan keras bagi seluruh pemain liga serta asosiasi sepak bola lainnya di seluruh dunia.
Kasus ini menambah daftar panjang kontroversi perjudian dalam olahraga profesional, mengingat sebelumnya liga-liga Eropa dan Amerika Selatan telah mengambil tindakan serupa. MLS berharap bahwa langkah tegas ini akan memperkuat kepercayaan penggemar dan sponsor terhadap integritas kompetisi.









Tinggalkan Balasan