Proses penentuan pelatih baru Timnas Indonesia diperkirakan berjalan alot meski PSSI telah mengerucutkan kandidat menjadi dua nama. Pengamat sepak bola nasional Ronny Pangemanan menilai persoalan nilai kontrak bakal menjadi pembahasan yang cukup panjang sebelum keputusan final ditetapkan.

Ketua Badan Tim Nasional (BTN), Sumardji, sebelumnya menyampaikan bahwa PSSI telah menyaring lima nama menjadi dua calon yang akan dibahas lebih mendalam. Ia menyebut laporan lengkap dari Direktur Teknik Alexander Zwiers serta dua anggota Exco, Endri Erawan dan Muhammad, akan menjadi dasar penetapan sosok pelatih baru. Meski demikian, ia belum membeberkan dua nama yang masuk daftar akhir.

Ronny Pangemanan memprediksi dua kandidat terkuat adalah Giovanni van Bronckhorst dan John Herdman. Ia menyebut proses wawancara sudah dilakukan di Eropa dan seluruh perwakilan PSSI telah bertemu dengan kedua pelatih tersebut untuk membahas visi serta rencana pengembangan tim.

Menurutnya, bagian yang paling menantang bukan hanya soal kualitas pelatih, tetapi juga nilai kontraknya. Ia menilai kedua nama yang diprediksi masuk seleksi akhir memiliki standar honor lebih tinggi dibanding pelatih sebelumnya, Shin Tae Yong, maupun Patrick Kluivert. Estimasi angka yang disebutkan Ronny menunjukkan bahwa nilai kontrak pelatih baru bisa berada di atas Rp2 hingga Rp3 miliar per bulan, sehingga perlu pembahasan panjang di jajaran Exco sebelum keputusan final dibuat.

Ronny menilai kecocokan anggaran PSSI akan sangat menentukan siapa yang akhirnya dipilih. Ia menyebut bahwa keputusan tidak boleh terburu-buru karena menyangkut jangka panjang pembinaan Timnas Indonesia.

Ia juga memperkirakan nama pelatih baru akan diumumkan pada Desember mendatang, sementara pelatih terpilih baru mulai aktif bekerja pada Januari 2026. Hal ini disesuaikan dengan jadwal Timnas Indonesia yang kembali bertanding pada FIFA Matchday bulan Maret.

Jika nantinya tawaran kontrak Giovanni van Bronckhorst dianggap terlalu tinggi, Ronny menilai peluang John Herdman untuk dipilih lebih besar. Semua keputusan tetap akan kembali pada evaluasi Exco PSSI, terutama terkait kesesuaian visi, kebutuhan tim, dan kemampuan finansial federasi. (putri).