Media Kampung – 31 Maret 2026 | Serangan udara yang diyakini berasal dari Israel menghantam kantor Al Araby TV di Tehran pada sore hari, menewaskan beberapa orang dan melukai sepuluh korban jiwa.
Tim medis segera mengevakuasi para korban ke rumah sakit terdekat, sementara otoritas setempat menutup akses ke daerah tersebut untuk penyelidikan.
Pejabat keamanan Iran menuduh Israel melakukan aksi balasan setelah serangkaian serangan militer Amerika Serikat dan Israel terhadap instalasi strategis Iran pada pekan lalu.
Juru bicara Al Araby TV menegaskan, “Kami menolak segala bentuk agresi dan menuntut pertanggungjawaban internasional atas serangan ini,” sambil meminta perlindungan bagi jurnalis.
Saksi mata melaporkan terdengar ledakan keras di sekitar gedung, diikuti dengan percikan api yang menyebar ke lantai atas kantor tersebut.
Foto-foto yang diunggah di media sosial menunjukkan puing-puing bangunan dan korban yang masih berada dalam keadaan kritis.
Pihak berwenang Iran mengklaim serangan ini melanggar hukum internasional dan menyiapkan langkah diplomatik terhadap Israel.
Serangan ini terjadi di tengah meningkatnya ketegangan regional setelah pengeboman Amerika Serikat di wilayah Teluk pada akhir pekan lalu.
Ketegangan tersebut dipicu oleh serangkaian balasan militer antara Iran, Israel, dan sekutu-sekutunya, menambah kekhawatiran akan eskalasi konflik lebih luas.
Sebuah video yang beredar di media sosial sebelumnya menampilkan drone Iran yang menabrak sebuah gedung di Bahrain, namun kemudian dibantah oleh tim cek fakta Kompas.com.
Tim faktual menemukan bahwa video tersebut sebenarnya merekam serangan drone di Manama pada 28 Februari 2026, bukan di Dubai sebagaimana klaim awal.
Kesalahan identifikasi lokasi video menimbulkan kebingungan publik dan menyoroti pentingnya verifikasi informasi dalam situasi konflik.
Kasus misinformasi ini menambah tantangan bagi media dalam melaporkan peristiwa keamanan yang sensitif di kawasan Timur Tengah.
Para analis menilai bahwa serangan terhadap kantor Al Araby TV dapat menjadi langkah strategis Israel untuk menekan jaringan media yang dianggap pro‑Iran.
Namun, ahli hukum internasional memperingatkan bahwa serangan terhadap fasilitas media melanggar Konvensi Jenewa yang melindungi wartawan di zona konflik.
Organisasi hak asasi manusia mengutuk tindakan tersebut dan menyerukan investigasi independen oleh badan internasional.
Iran menyatakan akan meningkatkan kesiapsiagaan pertahanan udara dan menyiapkan balasan yang proporsional terhadap agresi luar negeri.
Komunitas internasional menantikan respons diplomatik yang dapat mencegah terjadinya konfrontasi militer lebih lanjut.
Hingga kini, pihak Israel belum memberikan komentar resmi mengenai dugaan keterlibatan mereka dalam serangan tersebut.
Situasi di Tehran tetap tegang, dengan warga diminta tetap waspada dan menghindari area sekitar kantor Al Araby TV.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan