Media Kampung – 29 Maret 2026 | Prajurit TNI Pratu Nawawi M.M. Latifullah menerima Kenaikan Pangkat Luar Biasa (KPLB) dari Panglima TNI Jenderal Agus Subiyanto setelah meraih juara pertama pada Musabaqah Hifdzil Qur’an (MHQ) Internasional di Misurata, Libya.
Prestasi tersebut menandai kemenangan Indonesia dalam kategori hafalan 30 juz, tingkat tertinggi kompetisi yang diikuti oleh delegasi dari lebih dua puluh negara.
Upacara penghargaan dilaksanakan di Aula Gatot Soebroto, Markas Besar TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, pada Kamis 26 Maret 2026.
Acara dihadiri perwira tinggi TNI, perwakilan Kodam IX/Udayana, serta pejabat Kementerian Pertahanan.
Kolonel Laut (P) Agung Saptoadi, Kepala Bidang Penerangan Umum Pusat Penerangan TNI, menekankan bahwa keberhasilan Nawawi menunjukkan kualitas prajurit tidak terbatas pada kemampuan militer.
“Prestasi ini memperkuat citra TNI sebagai institusi yang menumbuhkan nilai keagamaan sekaligus profesionalisme,” ujar Agung dalam sambutan singkat.
Panglima TNI menambahkan bahwa anugerah KPLB merupakan bentuk apresiasi institusi terhadap dedikasi dan ketekunan prajurit dalam mengembangkan diri.
“Kami menghargai setiap upaya yang mengangkat nama bangsa di kancah internasional, baik di medan perang maupun di bidang keagamaan,” tegas Jenderal Agus Subiyanto.
Pratu Nawawi, lulusan Akademi Militer, menghabiskan bertahun‑tahun belajar Qur’an sambil menjalankan tugas militer di wilayah timur Indonesia.
Ia menyatakan rasa syukur atas penghargaan tersebut dan berharap prestasinya dapat memotivasi rekan‑rekan sesama prajurit.
Komisi Pendidikan dan Pengajaran (Kodiklat) TNI mencatat bahwa program pembinaan spiritual bagi anggota sedang ditingkatkan, termasuk pelatihan hafalan Qur’an.
Para pengamat menilai pencapaian Nawawi dapat meningkatkan minat prajurit lain untuk mengembangkan kompetensi non‑militer.
Sejumlah pihak menyoroti pentingnya dukungan keluarga dan lembaga keagamaan dalam proses hafalan 30 juz yang memakan waktu bertahun‑tahun.
Kemenag menegaskan komitmen untuk terus bekerja sama dengan TNI dalam program peningkatan literasi Al‑Qur’an di kalangan militer.
Prestasi ini juga memperkuat posisi Indonesia sebagai negara dengan kontribusi signifikan dalam kompetisi hafalan Al‑Qur’an internasional.
Dalam laporan resmi, Kementerian Pertahanan menyebutkan bahwa penghargaan KPLB dapat menjadi insentif bagi anggota TNI yang berprestasi di bidang non‑operasional.
Penghargaan tersebut meliputi kenaikan pangkat resmi serta sertifikat penghargaan yang akan tercatat dalam riwayat karier Nawawi.
Media domestik melaporkan bahwa penghargaan serupa pernah diberikan kepada prajurit yang berhasil menembus rekor kecepatan dalam operasi militer.
Keberhasilan Nawawi menegaskan bahwa TNI terus memprioritaskan pengembangan sumber daya manusia yang berkarakter multidimensi.
Para pejabat menutup acara dengan harapan agar prestasi ini menjadi contoh bagi generasi muda TNI dalam mengintegrasikan nilai keagamaan dan profesionalisme.
Dengan kenaikan pangkat tersebut, Pratu Nawawi kini menjabat sebagai perwira menengah, membuka peluang kontribusi lebih besar dalam tugas-tugas strategis TNI.
Penghargaan ini diharapkan dapat memperkuat semangat kebangsaan dan menumbuhkan rasa kebanggaan nasional di kalangan masyarakat.
Kementerian Hukum dan HAM menegaskan bahwa penghargaan berbasis prestasi tidak melanggar prinsip meritokrasi dalam institusi militer.
Seluruh elemen TNI diharapkan meneladani dedikasi Nawawi dalam mengoptimalkan potensi pribadi demi kepentingan negara.
Berita ini menutup rangkaian peliputan mengenai penghargaan KPLB dan pencapaian internasional prajurit TNI dalam bidang keagamaan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan