Media Kampung – 29 Maret 2026 | Tol Trans Jawa menerapkan rekayasa lalu lintas satu arah (one‑way) untuk mengatasi kepadatan arus balik Lebaran 2026.
Pemberlakuan dimulai sejak siang hari dan berlangsung hingga malam, mencakup beberapa segmen jalan tol utama.
Data sementara PT Trans Marga Jateng menunjukkan 20.633 kendaraan masuk gerbang Banyumanik menuju Jakarta pada H+6 Lebaran, dengan rata‑rata 2.500 kendaraan per jam.
Untuk menyeimbangkan alur, pihak kepolisian mengaktifkan contraflow pada ruas Jakarta‑Cikampek antara kilometer 70‑47 sejak pukul 15.48 WIB.
Contraflow serupa diberlakukan pada ruas Batang‑Semarang antara kilometer 390‑385 arah Jakarta sejak pukul 12.40 WIB.
Segmen one‑way lokal kini mencakup kilometer 263‑70, mulai dari Tol Pejagan‑Pemalang hingga gerbang Cikampek Utama.
Vice President Corporate Secretary & Legal PT Jasamarga Transjawa Tol, Ria Marlinda Paallo, menegaskan bahwa langkah ini bersifat situasional dan berdasarkan koordinasi lapangan.
Ia menambahkan bahwa akses keluar Cikopo dipantau padat, sehingga pengendara disarankan menggunakan alternatif seperti gerbang Dawuan di kilometer 68.
Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho mengungkapkan kesiapan membuka one‑way nasional dari kilometer 414 hingga 70 jika volume kendaraan meningkat signifikan.
Ia juga mencatat bahwa pada Jumat 27 Maret 2026 arus lalu lintas landai, sehingga fokus penegakan diarahkan pada kendaraan sumbu tiga yang melanggar batas operasional.
Penegakan terhadap kendaraan sumbu tiga dimaksudkan memberi prioritas kepada pemudik demi kelancaran perjalanan kembali ke kampung halaman.
Jasamarga Semarang‑Batang meningkatkan kapasitas pelayanan di gerbang Kalikangkung dengan mengoperasikan hingga dua belas gardu transaksi arah Jakarta.
Peningkatan gardu transaksi diharapkan mengurangi antrean dan mempercepat proses pembayaran e‑toll.
Petugas lapangan juga ditempatkan secara intensif untuk mengatur arus, memberi arahan, serta memastikan keselamatan pengguna jalan.
Pengawasan dilakukan secara real‑time melalui CCTV yang dapat diakses lewat aplikasi Travoy, memberi pengendara gambaran kondisi terkini.
Ria Marlinda Paallo menekankan pentingnya memeriksa saldo e‑toll sebelum berangkat agar tidak menghambat arus di gerbang tol.
Ia menambah, pengendara wajib menjaga jarak aman, mematuhi rambu, dan mengikuti instruksi petugas selama periode rekayasa.
Kebijakan one‑way lokal juga diterapkan pada ruas Semarang‑Solo, khususnya kilometer 425+800 hingga gerbang Kalikangkung, mulai pukul 14.48 WIB.
Pengguna yang bermaksud melanjutkan perjalanan ke wilayah timur Trans Jawa diimbau memanfaatkan jalur alternatif untuk menghindari kemacetan.
Penggunaan jalur alternatif seperti gerbang Dawuan di kilometer 68 diharapkan menyebar beban lalu lintas secara merata.
Pihak JTT menegaskan bahwa semua rambu, traffic cone, dan Dynamic Message Sign (DMS) telah dipersiapkan untuk memberi informasi yang jelas.
Contraflow dan one‑way bersifat dinamis; perubahan dapat terjadi sesuai kondisi lapangan dan koordinasi antara JTT serta Polri.
Jika volume kendaraan tetap tinggi, Kakorlantas siap memperluas zona one‑way nasional ke titik‑titik lain, termasuk kemungkinan di Batang atau Kendal.
Pengendara diminta memastikan kendaraan dalam kondisi prima, termasuk rem, lampu, dan tekanan ban, untuk mengurangi risiko di jalur tunggal.
Polri juga menyiapkan unit penegak hukum khusus untuk menindak pelanggaran rambu dan penggunaan jalur satu arah secara tidak tepat.
Statistik sementara menunjukkan lonjakan kendaraan pada jam sibuk antara pukul 12.00‑14.00 WIB, menandakan puncak arus balik gelombang kedua.
Penerapan one‑way dan contraflow diharapkan menurunkan kepadatan hingga tingkat yang dapat dikelola oleh infrastruktur yang ada.
Jasamarga terus memantau situasi melalui sistem manajemen trafik terintegrasi, memungkinkan penyesuaian cepat bila diperlukan.
Pengendara yang mengikuti petunjuk dan menggunakan aplikasi pemantauan dapat menghindari kemacetan panjang dan menurunkan risiko kecelakaan.
Secara keseluruhan, kolaborasi antara Jasamarga, Polri, dan otoritas jalan tol menunjukkan upaya terkoordinasi untuk menjamin kelancaran arus balik Lebaran.
Dengan langkah-langkah ini, diharapkan pemulangan keluarga dapat berlangsung aman, cepat, dan tanpa gangguan signifikan.
Artikel ini dipublikasikan oleh Media Kampung.









Tinggalkan Balasan